Gula Esensial bagi Kehidupan Ditemukan dalam Sampel Asteroid Bennu

2026-01-13 06:20:32
Gula Esensial bagi Kehidupan Ditemukan dalam Sampel Asteroid Bennu
- Penemuan baru dari sampel asteroid Bennu kembali mengguncang dunia sains. Tim peneliti dari Amerika Serikat dan Jepang berhasil mengidentifikasi gula-gula esensial pembentuk kehidupan, termasuk ribosa—komponen penting RNA—dan glukosa, sumber energi utama bagi organisme hidup. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa bahan dasar pembangun kehidupan tersebar luas di Tata Surya sejak miliaran tahun lalu.Sumber penemuan ini adalah sampel regolit seberat 121,6 gram yang dibawa pulang oleh wahana NASA OSIRIS-REx pada 24 September 2023. Material dari permukaan Bennu ini ditangani dengan sangat ketat untuk mencegah kontaminasi.“Sampel-sampel itu dikurasi di bawah nitrogen murni di Johnson Space Center,” jelas Yoshihiro Furukawa dari Tohoku University.Studi awal menunjukkan Bennu memiliki karakteristik mirip meteorit kondrit karbon, kaya karbon dan nitrogen, serta mengalami alterasi air yang intens—lingkungan yang memungkinkan terbentuknya molekul organik kompleks.Dalam beberapa analisis sebelumnya, para ilmuwan sudah menemukan berbagai senyawa organik: asam amino, amina, asam karboksilat, aldehida, nukleobase, hingga hidrokarbon aromatik polisiklik. Kini, daftar temuan itu bertambah dengan hadirnya gula biologis esensial.Baca juga: Mineral Penting untuk Kehidupan Ditemukan di Asteroid BennuSalah satu terobosan terbesar penelitian ini adalah ditemukannya ribosa, gula lima karbon yang menjadi komponen utama rangka (backbone) RNA.Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya dalam sampel luar angkasa, para peneliti juga mendeteksi glukosa, gula enam karbon yang menjadi bahan bakar utama metabolisme makhluk hidup.“Penemuan ribosa berarti semua komponen untuk membentuk molekul RNA ada di Bennu,” kata Dr. Furukawa.Sebagai konteks, semua lima nukleobase pembentuk DNA dan RNA, beserta fosfatnya, sudah ditemukan lebih dulu di sampel Bennu. Dengan hadirnya ribosa, maka seluruh bahan dasar RNA lengkap dalam batuan purba ini.Baca juga: Asteroid Bennu Simpan Debu Bintang yang Lebih Tua dari Tata SuryaRibosa di Bennu sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Molekul ini pernah ditemukan dalam dua meteorit yang jatuh ke Bumi. Namun, ada satu fakta menarik: tidak ditemukan deoksiribosa, komponen gula DNA.Para ilmuwan melihat hal ini sebagai petunjuk bahwa ribosa mungkin jauh lebih umum dibanding deoksiribosa di lingkungan Tata Surya awal.“Jika Bennu menjadi indikasi, ini berarti ribosa lebih melimpah daripada deoksiribosa di lingkungan awal Tata Surya,” tambah Dr. Furukawa.Temuan ini mendukung hipotesis Dunia RNA (RNA World hypothesis)—gagasan bahwa bentuk kehidupan pertama di Bumi menggunakan RNA sebagai penyimpan informasi sekaligus katalis reaksi kimia, sebelum DNA dan protein muncul.“RNA adalah kandidat utama untuk biopolimer pertama karena dapat menyimpan informasi genetik dan mengkatalisis banyak reaksi biologis,” ujar Furukawa.Baca juga: Kehidupan di Bumi Mungkin Berasal dari Debu BintangLebih jauh, penemuan glukosa dalam sampel ini sangat mengejutkan. Glukosa adalah sumber energi utama dalam metabolisme makhluk hidup di Bumi saat ini.


(prf/ega)