Perjuangan Generasi Sandwich Punya Rumah Impian, Kerja Lembur hingga Lelah Fisik

2026-01-12 07:45:57
Perjuangan Generasi Sandwich Punya Rumah Impian, Kerja Lembur hingga Lelah Fisik
JAKARTA, - Memiliki rumah impian tentu saja menjadi keinginan banyak orang, tak terkecuali para generasi sandwich.Namun, untuk para generasi sandwich bisa memiliki rumah impian tentu saja harus berjuang lebih ekstra.Mengingat harga rumah yang mahal dan pendapatan mereka harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan orangtua dan keluarga kecilnya.Eki Wiratama Putra (25) menjadi salah satu generasi sandwich yang masih harus berjuang untuk memiliki rumah impian.Baca juga: Jeritan Hati Generasi Sandwich: Jika Semua Bersandar Padaku, Aku Harus Bersandar ke Mana?Bagi dia, memiliki rumah impian tentu saja tidak mudah dan harus berjuang mati-matian."Susah banget buat beli rumah, harus berjuang keras," tutur Eki ketika diwawancarai Kompas.com di kediamannya di Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu .Eki yang hanya karyawan swasta harus sering mengambil lembur demi mendapatkan penghasilan yang lebih agar bisa membeli rumah."Kerja overtime, sampai lupa sama kondisi fisik biar bisa kebeli rumah walaupun bisanya cuma nyicil," kata dia.Eki mengaku, untuk mewujudkan mimpinya membeli rumah, ia dibantu oleh istrinya yang juga bekerja.Biasanya, gaji pokok Eki sebesar Rp 5 juta per bulan, dialokasikan untuk membantu kebutuhan keluarganya sekitar Rp 2,8 juta.Uang Rp 2,8 juta itu ia gunakan untuk memberi orangtua sekitar Rp 1,5 juta, membayar parkiran mobil Rp 500.000, internet di rumah orangtuanya Rp 400.000, dan jatah adik perempuannya Rp 400.000.Baca juga: Jatuh Bangun Generasi Sandwich: Menahan Keinginan dan Mimpi demi KeluargaSedangkan sisanya, sekitar Rp 2 jutaan, ia harus gunakan untuk membayar cicilan kuliahnya setiap bulan./ SHINTA DWI AYU Salah satu sandwich generasi Eki Wiratama Putra (27).Beruntungnya, pendapatan Eki tidak hanya sekadar gaji pokok, tapi juga memiliki penghasilan mingguan dan bonus bulanan.Uang mingguan dan bonus bulanan inilah yang ia berikan kepada istrinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya dan menabung membeli rumah."Uang mingguan enggak menentu kadang Rp 1 - 3 juta, uang bonus dokumen sekitar Rp 5 - 6 juta per bulan itu saya kasih ke istri. Dia yang atur, buat belanja bulanan, nabung beli rumah, dan sisanya buat kebutuhan dia," kata Eki.Eki bilang, uang yang ia berikan sebagian besar ditabungi oleh istrinya.Sebab, pasangannya itu juga bekerja sehingga memiliki penghasilan sendiri.Ia yakin, bekerjasama dengan istri, impiannya untuk membeli rumah impian bisa tercapai dalam beberapa tahun ke depan.Memiliki rumah impian juga menjadi cita-cita generasi sandwich lain bernama Desiana (31).


(prf/ega)