6 Hal Ini Ternyata Paling Sering Dilakukan Orang di ChatGPT

2026-02-02 08:37:51
6 Hal Ini Ternyata Paling Sering Dilakukan Orang di ChatGPT
- ChatGPT, chatbot berbasis kecerdasan buatan dari OpenAI, kini memasuki tahun ketiganya sejak pertama kali diperkenalkan pada 2022.Dalam perjalanannya, teknologi ini berkembang pesat dari sekadar pratinjau riset menjadi salah satu alat digital yang banyak digunakan oleh masyarakat di berbagai situasi. Baik untuk kebutuhan personal, pendidikan, kreatif, hingga profesional.Merayakan momen tersebut, OpenAI merilis rangkuman menarik mengenai kebiasaan para pengguna selama berinteraksi dengan ChatGPT.Temuan ini menunjukkan bahwa chatbot AI tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari informasi cepat, tetapi juga sebagai pendamping berpikir, alat bantu produksi konten, hingga mitra dalam menyelesaikan tugas-tugas harian. Berikut enam hal yang paling sering dilakukan orang saat menggunakan ChatGPT.Baca juga: Trik Buat Daftar Pustaka Skripsi Pakai ChatGPT, Praktis dan CepatBanyak pengguna memilih mengunggah foto atau gambar untuk dianalisis langsung oleh ChatGPT. Mereka meminta saran estetika, perbaikan resolusi, identifikasi objek, hingga rekomendasi editing.Bahkan aktivitas ini lebih sering dilakukan dibanding membuat gambar AI baru dari nol. Model multimodal ChatGPT dianggap lebih mudah dipakai karena cukup mengirim gambar dan langsung mendapat insight tanpa perlu memahami prompt visual yang kompleks.ChatGPT juga sering diminta membaca konten dari sebuah situs, lalu meringkas, memvalidasi informasi, atau membandingkannya dengan sumber lain. Fitur browsing ini membantu pengguna menghemat waktu, karena tidak perlu membuka banyak tab sekaligus.Selain itu, ChatGPT bisa mengekstrak informasi penting dari artikel panjang, laporan riset, hingga laman produk. Bagi banyak orang, fungsi ini serasa punya “asisten riset pribadi” yang selalu siap membantu.Baca juga: Meta Tendang ChatGPT dan Copilot dari WhatsAppKemampuan reasoning membuat ChatGPT sering dipakai untuk memecahkan masalah, menyusun rencana, atau mengevaluasi ide. Banyak pengguna meminta chatbot menjadi partner diskusi untuk mencari pro-kontra sebuah keputusan.ChatGPT juga sering dilibatkan dalam simulasi logika, penalaran matematis, hingga brainstorming strategi proyek. Pendeknya, fitur ini bukan sekadar memberikan jawaban cepat, tapi membimbing pengguna berpikir lebih sistematis.Meski intensitasnya tidak sebesar aktivitas unggah gambar, kemampuan membuat visual tetap banyak dimanfaatkan. Pengguna meminta AI menghasilkan konsep desain, ilustrasi, poster, hingga moodboard kreatif.Biasanya, fitur ini digunakan untuk eksplorasi ide visual sebelum karya akhir dibuat secara manual di aplikasi desain. Hasil gambar AI juga sering dijadikan inspirasi atau referensi awal sebelum dieksekusi lebih detail.Fitur analisis data memungkinkan pengguna mengunggah file berisi tabel, angka, atau statistik untuk diolah. ChatGPT dapat membersihkan data, mencari pola, membuat ringkasan, hingga memvisualisasikannya dalam grafik.Banyak juga yang memakainya untuk memahami laporan bisnis, studi akademik, atau kinerja sebuah produk. Fungsi ini memudahkan siapa pun membaca data tanpa harus menjadi analis profesional.Fitur voice-to-text membantu pengguna mengubah rekaman suara menjadi tulisan secara otomatis. Mulai dari hasil rapat, wawancara, ide lisan, hingga catatan penting dapat ditranskrip dengan cepat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-02 08:16