Kembali ke Kampung Halaman, Warga Badui Korban Begal di Jakarta Disambut Tokoh Adat

2026-01-15 06:48:54
Kembali ke Kampung Halaman, Warga Badui Korban Begal di Jakarta Disambut Tokoh Adat
JAKARTA, - Repan (16), seorang remaja dari komunitas Baduy Dalam, yang menjadi korban pembegalan di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, telah kembali ke kampung halamannya di Baduy, Lebak, Banten, pada Minggu .Kedatangan Repan disambut hangat oleh tokoh adat setempat."Kami bersyukur korban sudah sehat dan bisa pulang serta berkumpul bersama anggota keluarga," ujar Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak, Medi, saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Minggu, dikutip dari Antara.Baca juga: Warga Baduy Dibegal di Jakarta Saat Jualan Madu, Uang Rp 3 Juta Raib, Ditolak RS karena Tak Punya KTPSetelah berjalan kaki selama tiga hari dari Jakarta, Repan disambut oleh tokoh adat, termasuk Jaro Tangtu Jaro Adat (Jaro Alis) dan Jaro Oom (Jaro Pemerintahan), serta orang tuanya dan masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar.Kompas.com/Dian Erika Repan (16) pemuda Suku Baduy Dalam saat dijumpai Kompas.com di kawasan Tanjung Duren Dalam, Jakarta Barat, Rabu . Repan merupakan korban pembegalan di Jakarta Pusat dan sempat mengalami lupa parah akibat sabetan senjata pelaku begal.Repan, yang berjualan madu keliling, menjadi korban kejahatan pembegalan yang terjadi di Jakarta.Dalam insiden tersebut, pelaku yang diduga berjumlah empat orang merampas uang hasil penjualannya sebesar Rp 3 juta dan 10 botol madu.Selain itu, Repan juga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam berupa celurit di bagian tangan kiri.Beruntung, Repan iselamatkan oleh teman kenalannya yang merupakan warga Jakarta. Ia segera membawa Repan ke rumah sakit. "Kami sebagai perwakilan desa tentu berterima kasih kepada warga yang menolongnya, juga kepada kepolisian dan pemerintah Provinsi Banten," tambah Medi.Jaro Oom menyatakan rasa syukur atas kembalinya Repan yang kini telah sehat dan sembuh dari luka-lukanya.Namun, ia juga meminta agar pelaku kejahatan menyerahkan diri kepada aparat kepolisian setempat.Baca juga: Jenguk Warga Baduy Korban Begal di Jakarta, Andra Soni: Segera Tangkap Pelaku"Kita mengecam pelaku kejahatan yang menimpa warganya itu, dan supremasi hukum harus ditegakkan," tegasnya.Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan bahwa langkah awal penyelidikan telah dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi dan penelusuran berbagai petunjuk di lokasi kejadian."Pelaku masih dalam pengejaran, dan polisi terus memburu pelaku dengan upaya maksimal. Petugas kepolisian bekerja keras untuk menyelidiki kasus tersebut," ungkapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-15 16:25