Jakarta Nama aktivis buruh, Marsinah, diabadikan sebagai nama ruang pelayanan hak asasi manusia (HAM) di kantor Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham). Penamaan ruang publik itu menjadi bentuk penghormatan negara atas perjuangan Marsinah yang menjadi simbol keberanian buruh memperjuangkan hak dasar dan keadilan sosial.“Marsinah adalah wajah keberanian dalam memperjuangkan martabat manusia. Penamaan ini adalah wujud penghormatan kami kepada perjuangannya yang menjadi bagian penting dari sejarah HAM Indonesia,” kata Menteri HAM, Natalius Pigai, dalam keterangan di Jakarta, Senin .Penetapan nama ruang pelayanan HAM ini bertepatan dengan momen penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025, yang turut diberikan kepada Marsinah.AdvertisementRuang Marsinah berada di lantai 1 Gedung K.H. Abdurrahman Wahid dan disiapkan sebagai pusat pelayanan publik bidang HAM. Pemerintah berharap ruangan itu menjadi pengingat bagi aparat negara untuk menjunjung perlindungan dan pelayanan tanpa diskriminasi.Pigai mengatakan, penamaan ini juga menjadi pengakuan atas keberanian dan keteguhan Marsinah memperjuangkan hak-hak dasar buruh, termasuk upah layak, kebebasan berserikat, dan perlakuan manusiawi di tempat kerja. Ia menegaskan bahwa jejak perjuangan Marsinah, yang kasus kematiannya hingga kini belum terselesaikan, harus menjadi pelajaran penting dalam memperkuat perlindungan terhadap pekerja dan para pembela kebenaran.
(prf/ega)
Nama Marsinah Diabadikan di Salah Satu Ruangan di Kemham Usai Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
2026-01-11 22:22:20
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:45
| 2026-01-11 21:36
| 2026-01-11 21:03
| 2026-01-11 20:56
| 2026-01-11 20:37










































