Tragedi Longsor dan Banjir di Nduga, 15 Orang Hilang

2026-01-16 07:28:56
Tragedi Longsor dan Banjir di Nduga, 15 Orang Hilang
NDUGA, - Tragedi longsor dan banjir melanda Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIT.Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, kejadian ini mengakibatkan 15 orang dilaporkan hilang terbawa arus dan hingga saat ini belum ditemukan."Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu longsor dan banjir besar, sehingga menelan korban jiwa.""Ada 15 orang warga dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nduga, Yoas Beon, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu malam.Baca juga: Anak Buah Egianus Kogoya Ditangkap di Nduga Papua PegununganMenurut Yoas, peristiwa longsor dan banjir ini merupakan kejadian luar biasa yang pertama kali melanda Distrik Dal."Jadi selain korban jiwa, sejumlah fasilitas umum rusak parah dan masyarakat terdampak mengalami kesulitan akses serta kebutuhan dasar. Kami pemerintah daerah langsung bergerak cepat," ujarnya.Pada Sabtu, 2 November 2025, Yoas bersama unsur Forkopimda Kabupaten Nduga menggelar rapat darurat untuk merumuskan langkah penanganan.Menghadapi medan berat dan akses yang terputus ke Distrik Dal, Yoas melakukan koordinasi langsung dengan Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi.Baca juga: Sidak di Toko dan Kios, Pemda Nduga Temukan Produk Kadaluarsa yang Masih Dijual"Hasilnya, bantuan helikopter TNI dikerahkan untuk menjangkau lokasi bencana dan mempercepat proses evakuasi serta pengiriman bantuan," jelasnya.Pemerintah Kabupaten Nduga mengajak seluruh pihak bersatu dalam menghadapi musibah ini."Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan agar para korban segera ditemukan dan pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan lancar," tutup Yoas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-16 07:25