Niatnya Restorasi Alam, Relawan Temukan Ratusan Sepatu Bersejarah Era Kejayaan Inggris

2026-01-14 13:42:59
Niatnya Restorasi Alam, Relawan Temukan Ratusan Sepatu Bersejarah Era Kejayaan Inggris
LONDON, - Ratusan sepatu kulit berpaku khas era Victoria tiba-tiba ditemukan terdampar di Pantai Ogmore By Sea, Vale of Glamorgan, Inggris.Hal tersebut memunculkan misteri tentang asal-usul benda bersejarah tersebut, sebagaimana dilansir BBC, Selasa .Era Victoria berlangsung selama masa pemerintahan Ratu Victoria di Inggris dari 1837 hingga 1901.Baca juga: Tradisi Natal Unik di Berbagai Negara, dari Nenek Sihir Italia hingga Sepatu Jodoh di Republik CekoPada periode ini Inggris mengalami pertumbuhan kekayaan, kekuasaan kekaisaran, dan perubahan sosial serta teknologi yang signifikan.Sepatu-sepatu berwarna hitam itu diperkirakan berasal dari abad ke-19 dan pertama kali ditemukan oleh para relawan yang tengah melakukan bersih-bersih kolam batu dalam kegiatan restorasi lingkungan pesisir.Kolam batu atau rock pool merupakan genangan air laut alami yang terbentuk di area batuan pesisir saat air pasang surut.Emma Lamport dari Beach Academy, sebuah perusahaan sosial yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa jumlah sepatu yang ditemukan sangat tidak biasa dan jauh dari perkiraan awal mereka.Baca juga: Paus Leo Kunjungi Masjid Biru Turkiye, Tak Pakai Sepatu dan Ditemani Gagak"Pekan ini saja kami menemukan sekitar 200 sepatu di satu area kecil saat melakukan restorasi kolam batu di Pantai Ogmore," ujar Lamport.Dia menjelaskan bahwa proyek restorasi itu telah berjalan sejak September dengan tujuan membersihkan sampah laut yang kerap terjebak di antara batuan, namun tidak pernah membayangkan akan menemukan ratusan sepatu dari era Victoria.Penemuan tersebut kemudian memicu spekulasi di kalangan warga setempat, termasuk dugaan bahwa sepatu-sepatu itu berasal dari bangkai kapal kargo Italia yang dilaporkan karam sekitar 150 tahun lalu di dekat Tusker Rock.Tusker Rock sendiri berada sekitar tiga kilometer di sebelah barat Pantai Ogmore dan hanya terlihat saat air laut surut, sehingga sering dikaitkan dengan sejumlah insiden kapal karam pada masa lalu.Baca juga: Sepatu Buatan Indonesia yang Diekspor ke AS Terpapar Radiasi, Kini DikembalikanLamport mengatakan, salah satu teori menyebutkan kapal Italia itu tenggelam sambil membawa muatan sepatu kulit.Barang-barang tersebut diduga terbawa arus Sungai Ogmore dan terperangkap di bantaran sungai sebelum sesekali terlepas."Beberapa sepatu berada dalam kondisi yang cukup baik dan pada sebagian di antaranya terlihat jelas bahwa itu sepatu pria," kata Lamport, yang juga merupakan warga Ogmore.Dia sempat menduga sebagian sepatu berukuran sangat kecil merupakan milik anak-anak.Baca juga: 5 Alasan Kenapa Orang Amerika Pakai Sepatu di Rumah


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 12:44