Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.com, Korban Banjir Aceh Tamiang: Penerangan Ini Sangat Dibutuhkan

2026-01-12 04:42:56
Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.com, Korban Banjir Aceh Tamiang: Penerangan Ini Sangat Dibutuhkan
TANJUNG MANCANG, - Tim Kompas.com menyalurkan bantuan bencana untuk korban banjir di Tanjung Mancang, Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu .Bantuan dari donasi pembaca Kompas.com yang diberikan berupa genset, sembako, lampu solar cell, alat ibadah, buah-buahan, alas tikar, susu, pampers hingga pakaian.Pantauan Kompas.com di lokasi, relawan bersama tim Kompas.com dibantu warga menurunkan barang-barang bantuan ke posko korban bencana. Sementara, anak-anak berlari dan berkumpul meminta jajanan.Baca juga: Perjalanan Tim Kompas.com Salurkan Bantuan ke Pelosok Aceh Tamiang, Tembus Daerah TerisolasiLalu, tim Kompas.com dan relawan membagikan buah naga, susu dan biskuit kepada anak-anak. Mereka senang bernyanyi bersama sembari menikmati buah dan susu.Kepala Desa Tanjung Mancang, Tengku Saipul Bahri mengatakan, warga memang sedang membutuhkan genset karena listrik masih padam sejak banjir pada Rabu ."Alhamdulillah ini sangat dibutuhkan seperti logistik, penerangan dan alat ibadah yang digunakan untuk shalat sangat kami butuhkan," kata Saipul Bahri di lokasi, Sabtu.Baca juga: Tiga Pekan Pascabencana, 6 Desa di Kecamatan Sekrak Aceh Tamiang Masih TerisolasiMenurut dia, bantuan yang terpenting lainnya adalah kelambu. Sebab, nyamuk sangat banyak pada malam hari. Untuk bantuan pangan sudah sangat banyak diterima oleh pengungsi."Pangan alhmadulillah sudah terpenuhi, saat ini dibutuhkan sandang karena merebaknya nyamuk dibutuhkan kelambu. Air bersih alhmdulillah ada genset untuk menghidupkan sumur bor, kemudian Al Quran untuk anak-anak mengaji," ujar dia.Selain itu, kata dia, masalah saat ini, tiga pekan pascabencana, listrik masih padam dan krisis air bersih. Kini, pihaknya sedang mencari donasi untuk pengeboran sumur."Listrik belum merata, air sedang berusaha untuk donator pengeboran memang harga air dari Sibaulangit mahal Rp 2,8 juta satu tangki untuk satu dusun, ada lima dusun berarti lima tangki," ucap dia.Jumlah 450 kepala keluarga Desa Tanjung Mancang terdampak banjir berada di tempat pengungsian. Adapun 93 rumah rusak berat dan 33 rumah rusak ringan.Mereka saat banjir bandang meninggalkan semua harta benda dan sempat mengungsi di dataran tinggi atau bukit."Semua warga dusun 450 KK harus mengungsi meninggalkan kampung ini, bergerak ke bukit belakang kampung semua. Harta benda ditinggalkan kecuali baju dibawa badan masing-masing," kata dia.


(prf/ega)