Progres Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon: Selesai sejak Agustus, Kini Proses Editing

2026-02-05 12:34:55
Progres Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon: Selesai sejak Agustus, Kini Proses Editing
JAKARTA, - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan bahwa penulisan sejarah ulang sudah selesai sejak Agustus 2025.Saat ini, sejarah yang telah disusun tersebut sedang dalam proses pengeditan."Penulisan sejarah sudah selesai dari bulan Agustus, sekarang dalam proses editing," kata Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu .Fadli menyampaikan bahwa proses pengeditan itu dikerjakan oleh editor jilid, editor umum, proofreader bahasa, dan lain-lain.Ia berharap, sejarah ulang ini dapat diluncurkan pada Desember 2025.Baca juga: Soal Pahlawan Nasional, Fadli Zon Sebut Soeharto Tak Pernah Terbukti Terlibat dalam Genosida 1965"Mudah-mudahan (bulan depan). Mudah-mudahan nanti bulan depan saya kira," ucapnya.Ia sendiri mengaku belum melihat bagaimana hasil penulisan sejarah ulang tersebut, karena penulisannya melibatkan hingga 34 sejarawan.Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengerjaannya dilakukan di Direktorat Sejarah Kementerian Kebudayaan.Tadinya, kata Fadli, Direktorat Sejarah ini sudah ditiadakan.Namun, pemerintah menghidupkannya kembali karena unsur kepentingannya."Kalau ada Direktorat Sejarah berarti ya harus menulis sejarah dong. Kalau enggak untuk apa ada Direktorat Sejarah? Nah, maka kita buatlah buku ini," beber Fadli.Baca juga: Fadli Zon Sebut Soeharto Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional Mungkin saja, lanjutnya, proyek penulisan sejarah akan berlanjut tahun depan dengan tema lainnya."Nanti mungkin tahun depan kita akan buat sejarah kemerdekaan, perang mempertahankan kemerdekaan, sejarah Majapahit, sejarah Pajajaran, sejarah Sriwijaya, gitu-gitu ya," tandas Fadli.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-05 11:51