Wisatawan Tewas di Pantai Pangandaran Usai Loncat dari Bangkai Kapal Viking

2026-01-12 19:27:50
Wisatawan Tewas di Pantai Pangandaran Usai Loncat dari Bangkai Kapal Viking
PANGANDARAN, - Wisatawan asal Tasikmalaya meninggal dunia di Pantai Pasir Putih Pangandaran ternyata akibat loncat dari Bangkai Kapal Viking yang sebelumnya dihancurkan Susi Pudjiastuti.Kejadian yang menimpa seorang wisatawan bernama Hasim Zafari (20) asal Tasikmalaya ini terjadi Kamis sekitar pukul 09.00 WIB.Awalnya, korban berdua dengan kekasihnya naik perahu wisata dari Pantai Barat menuju ke Bangkai Kapal Viking di Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pangandaran.Sesampainya di Pantai Pasir Putih, korban menaiki bangkai kapal viking dan kemudian loncat ke laut tanpa memakai pelampung."Lalu wisatawan ini loncat dari Kapal Viking," ujar Edwin Purnama Korpos SAR Pangandaran kepada Tribun Jabar di Pantai Barat Pangandaran, Kamis siang.Baca juga: Bus Trans Jatim Koridor Malang Diserbu Wisatawan Libur NataruKetika loncat atau terjun dari atas bangkai kapal viking, kata Ia, kemungkinan korban dalam kondisi sadar."Namun setelah di air terseret arus laut. Korban tidak memakai pelampung. Korban ke pasir putih itu bersama kekasihnya," katanya.Setelah korban terseret arus, pencarian dilakukan oleh tim snorkelin.Tidak lama korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.Baca juga: Libur Natal, Pengunjung Ragunan Tembus 28.000 Orang hingga Siang HariKapolres Pangandaran, AKBP Dr Andri Kurniawan, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait satu wisatawan yang meninggal dunia akibat tenggelam."Sebelumnya sudah diingatkan oleh pemilik perahu, tapi yang bersangkutan ngotot untuk naik ke bangkai kapal viking," ujarnya.Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kronologi Wisatawan Asal Tasikmalaya Tewas di Pantai Pangandaran, Loncat dari Bangkai Kapal Viking.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-12 18:27