Kebakaran Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas, Standar Keamanan Bangunan Disorot

2026-01-12 12:16:24
Kebakaran Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas, Standar Keamanan Bangunan Disorot
- Kebakaran yang terjadi di gedung PT Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa , menewaskan sedikitnya 22 orang.Kebakaran tersebut telah menarik perhatian publik mengenai pentingnya standar keamanan bangunan yang seharusnya dipatuhi, terutama terkait dengan keselamatan saat bencana.Baca juga: Polisi Sebut Gedung Terra Drone yang Terbakar Bukan Pabrik, Melainkan Fasilitas Servis DroneKapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi bahwa korban tewas dalam kebakaran ini terdiri dari tujuh pria dan 15 wanita."Terakhir angka korban adalah 22, di mana tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan," ujar Susatyo dalam keterangannya pada Selasa , seperti dikutip Kompas.com.Sementara itu, petugas pemadam kebakaran (damkar) terus berupaya membersihkan area tempat kejadian perkara (TKP).Setelah itu, polisi bersama laboratorium forensik (labfor) akan melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab kebakaran ini lebih lanjut."Olah TKP awal bersama labfor juga sudah hadir untuk mencari sebab dari kejadian kebakaran ini," ujarnya.Baca juga: Kondisi Gedung Terra Drone Saat Terbakar: Disekat-sekat, Tak Punya Fasilitas RescueMasalah kebakaran gedung ini juga menyoroti keamanan bangunan yang tidak sesuai standar.Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kebakaran yang menewaskan puluhan orang ini menunjukkan bahwa gedung tersebut tidak memenuhi standar keselamatan yang semestinya."Problem utamanya adalah kalau semuanya mentaati aturan pasti tidak terjadi. Ini kan pasti dibangun tanpa aturan. Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar aturan," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu .Pramono juga menyoroti minimnya fasilitas penyelamatan di dalam gedung, yang menurutnya sangat penting untuk keselamatan.Salah satu masalah utama yang ditemukan adalah ukuran tangga darurat yang terlalu kecil, mengakibatkan banyak karyawan yang terjebak dan tidak dapat turun saat api membesar."Karena apa? Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang yang tidak bisa turun ke bawah," jelasnya.Selain itu, Pramono juga menekankan kurangnya akses evakuasi dan sistem keselamatan di gedung tersebut.Padahal, gedung tersebut digunakan untuk kegiatan berisiko tinggi, termasuk tempat penyimpanan baterai litium untuk drone.


(prf/ega)