Gerakan Ayah Ambil Rapor ke Sekolah Tuai Kritik Orangtua Tunggal, Dinilai Lukai Perasaan Anak

2026-01-12 07:05:55
Gerakan Ayah Ambil Rapor ke Sekolah Tuai Kritik Orangtua Tunggal, Dinilai Lukai Perasaan Anak
- Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (Gemar) yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN menuai beragam respons dari orangtua murid.Program ini dinilai bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, namun dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi keluarga yang beragam.Meski tuai dukungan, Program ini juga menuai kritik dari sejumlah wali murid karena tidak semua anak tumbuh dalam keluarga dengan peran ayah yang utuh.Di sisi lain, pemerintah daerah menyatakan program ini masih akan dievaluasi agar tidak menimbulkan dampak psikologis bagi anak.Baca juga: Gerakan Ayah Mengambil Rapor dari Kemendukbangga, Upaya Libatkan Ayah dalam Pendidikan AnakDilansir dari TribunBanyumas.com, Heni (43), wali murid di SMPN 7 Surakarta, Jawa Tengah, menilai Gerakan Ayah Mengambil Rapor berpotensi melukai perasaan anak.Menurutnya, tidak semua anak lahir dari keluarga yang lengkap, termasuk anaknya sendiri."Kalau saya kurang setuju gerakan Gemar karena tidak semua anak lahir dari keluarga yang utuh atau lengkap," ujar Heni."Ada anak yang lahir dengan tidak ada peran ayah," tambahnya.Baca juga: BKKBN Luncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah, Apa Tujuannya?Ia juga mengungkap kekhawatiran anaknya yang merasa sedih dan takut atas penerapan kebijakan ini."Sehingga, gerakan ini terkadang membuat anak saya juga kemarin sempat sedih gitu karena khawatir takut ketika yang mengambil rapor itu ibunya, gurunya atau teman-temannya juga akan melihat bahwa dia tidak memiliki ayah," katanya.Heni mengaku bersyukur pihak sekolah memahami kondisi keluarganya."Beruntung tadi guru wali kelas memahami kondisi saya sehingga tidak mempermasalahkan ketika saya mengambil rapor," katanya.Keberatan serupa disampaikan Galih (40), yang menilai peran ayah dalam memantau perkembangan anak tidak harus diwujudkan dengan hadir langsung mengambil rapor.Ia mengaku harus mengambil izin kerja untuk memenuhi imbauan tersebut."Saya kurang setuju karena ini juga mengganggu pekerjaan saya. Karena, tidak semua orang bisa memiliki waktu yang luang jadi saya harus izin bekerja," keluhnya.


(prf/ega)