Kata PBSI Terkait Target 2 Medali Emas SEA Games 2025 dari Kemenpora

2026-01-14 20:54:55
Kata PBSI Terkait Target 2 Medali Emas SEA Games 2025 dari Kemenpora
- Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, buka suara terkait target dua medali emas SEA Games 2025 yang dibebankan Kemenpora ke cabang olahraga bulu tangkis. Cabor bulu tangkis selalu menjadi andalan Indonesia dalam mendulang medali emas di ajang SEA Games.Pada edisi 2023 contohnya, Indonesia keluar sebagai juara umum dengan raihan 5 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.Namun, situasi berbeda tampak terlihat pada SEA Games 2025 ini yang akan berlangsung di Thailand pada Desember.Pasalnya, PBSI hanya menurunkan para pemain muda dengan alasan regenerasi sekaligus memberikan jam terbang.Targetnya pun hanya satu medali emas. Dengan capaian itu, menjadi juara umum seperti dua tahun sebelumnya sudah tak mungkin terulang.Baca juga: Saat Gregoria Mariska Belum Fit Bermain di Final Kumamoto Masters Japan 2025Kendati demikian, pemerintah melalui Kemenpora tampaknya belum satu suara terkait target tersebut.Sebab, Kemenpora telah menetapkan Indonesia mengincar finis peringkat ketiga dengan torehan setidaknya 80 medali emas.Mau tak mau, bulu tangkis harus menambah perolehan emasnya. Kemenpora pun menargetkan setidaknya bulu tangkis bisa membawa dua medali emas.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Lisa Ayu Kusumawati (kanan) dan Rehan Naufal Kusharjanto (kiri) mengigit medali emas usai penganugerahan medali bulu tangkis SEA Games 2023 di Badminton Hall, Morodoc Techo National Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa . Lisa Ayu dan Rehan Naufal berhasil meraih medali emas seusai mengalahkan ganda campuran Malaysia dengan skor 20-22, 21-8 dan 21-16. Artikel ini berisi hasil lengkap final bulu tangkis SEA Games 2023. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/rwa.Perubahan nama atlet yang dikirimkan pun coba diajukan. Mengingat, negara rival mengirimkan sejumlah atlet terbaiknya.Malaysia menurunkan ganda putra peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dan ganda campuran juara dunia 2025, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.Sementara, tuan rumah bakal menghadirkan para bintangnya, seperti Kunlavut Vitidsarn dan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.Baca juga: Hasil Australian Open 2025: Putri KW Kandas di Final, Indonesia Gagal Tambah Gelar"Kemarin kan sempat ada perubahan nama itu kan. Cuma masih belum ada diputuskan dari sananya," kata Ricky kepada wartawan usai konferensi pers Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Jakarta, Kamis ."Sampai sekarang kami masih belum, masih menunggu," jelasnya.Mengikuti target Kemenpora, Ricky memastikan Indonesia bakal mengirim para pemain terbaiknya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 20:43