KUPANG, — Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Kota Kupang, John Wattimena, memberikan klarifikasi terkait dugaan aksi perundungan dan penganiayaan yang dilakukan salah satu siswanya, SA, terhadap 2 teman sekolahnya yang merupakan anak panti asuhan.Salah satu korban berinisial SRSM (14).Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa , John menegaskan meskipun kejadian tersebut terjadi di luar jam sekolah, pihak sekolah tetap mengambil langkah penanganan.“Walaupun kejadiannya di luar jam sekolah, kita tetap mengambil tindakan,” kata John.Baca juga: Marak Kasus Perundungan, Anggota DPRD Purworejo: Disdik Jangan Tunggu Masalah Baru Bertindak...Hingga Selasa pagi, suasana sekolah tampak berjalan normal. Para siswa yang sudah selesai mengikuti ujian hanya datang untuk mengambil MBG (Makanan Bergizi) tanpa kegiatan belajar mengajar.“Hari ini kami tidak ada belajar, hanya suruh datang ambil MBG terus pulang,” ujar seorang siswa yang sedang bermain di lapangan sekolah, pukul 08.05 WITA.Melalui pengeras suara, guru-guru terus mengingatkan siswa agar tidak melakukan tindakan bullying dalam bentuk apa pun.John menjelaskan dua korban saat ini sedang menjalani pendampingan intensif oleh guru Bimbingan Konseling (BK).“Dari yang saya lihat, kondisi mental mereka belum stabil, masih ada trauma. Kita serahkan ke guru BK karena mereka punya pendekatan yang lebih baik,” jelasnya.Baca juga: Tangis Pecah Saat 6 Siswa SMA Losarang Kasus Perundungan Saling MemaafkanSementara itu, pelaku SA disebut masih berada di luar kota.“Kita sudah menghubungi orang tuanya dan hari ini mereka dijadwalkan tiba di Kupang dari Ende. Setelah tiba, besoknya kita akan panggil untuk mediasi dengan orang tua korban dan pihak sekolah,” tambahnya.John mengungkapkan sekolah secara rutin menyampaikan imbauan anti-bullying pada apel setiap hari, bahkan pihak kepolisian juga sempat menyampaikan hal yang sama saat upacara.“Setiap hari kita bilang stop bully. Polda juga kemarin imbau stop bully. Mungkin kalau ini terjadi di jam sekolah tidak akan terjadi. Tapi kalau sudah pulang sekolah, mereka mulai saling mengganggu itu yang sulit dikendalikan,” ujarnya.Baca juga: Mendikdasmen Janjikan Regulasi Baru dalam Tangani Kasus Perundungan di SekolahSelain fokus pada pemulihan korban, pihak sekolah juga memperhatikan kondisi pelaku yang kini mendapat serangan komentar dari media sosial.“Dia (pelaku) sekarang jadi korban bully di media. Kita sekolah harus hati-hati. Persoalannya di situ. Harus bangun komunikasi dan pendekatan yang baik untuk semua pihak,” tegas John.Pihak sekolah menyatakan siap bekerja sama jika polisi membutuhkan dukungan dalam proses penanganan kasus ini.“Kita tunggu dari kepolisian. Kalau dibutuhkan untuk mediasi, kita siap,” pungkasnya.Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Dugaan Bullying Dua Pelajar di SMPN 10 Kupang, Kepala Sekolah Angkat Bicara.
(prf/ega)
2 Siswa Anak Panti Asuhan Diduga Alami Perundungan, Ini kata Kepala SMPN 10 Kupang NTT
2026-01-12 05:26:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 04:24
| 2026-01-12 03:12










































