Ibu Hamil Meninggal di Papua Usai Ditolak RS, Puan: Jangan Terjadi Lagi

2026-01-16 17:49:44
Ibu Hamil Meninggal di Papua Usai Ditolak RS, Puan: Jangan Terjadi Lagi
JAKARTA, - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan keprihatinannya atas kasus meninggalnya seorang ibu dan bayinya di Papua setelah ditolak empat rumah sakit.Puan mengatakan, peristiwa serupa sudah berulang kali terjadi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sehingga tidak boleh dianggap sepele.“Hal ini sudah berkali-kali terjadi. Karenanya ini juga menjadi perhatian dari Presiden. Saya mendapat laporan bahwa bahkan Presiden hari ini melakukan rapat khusus terkait dengan hal tersebut. Jadi DPR juga prihatin dan tentu saja ini sangat concern,” ujar Puan di Gedung DPR RI, Selasa .Baca juga: Prabowo Dengar Kasus Ibu Hamil Meninggal di Papua, Langsung Perintahkan AuditOleh sebab itu, Puan meminta Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan untuk mengevaluasi sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah 3T.Politikus PDI-P itu menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh lagi terulang, baik di wilayah pelosok maupun daerah lainnya.Menurut Puan, pemerintah dan fasilitas kesehatan harus menjamin bahwa seluruh warga, termasuk di wilayah pelosok, mendapatkan layanan medis saat membutuhkan.Baca juga: Prabowo Perintahkan Audit RS dan Pejabat di Papua Usai Kasus Ibu Hamil Ditolak 4 RS“Jadi jangan sampai terjadi lagi penanganan atau kelalaian penanganan kesehatan yang terjadi seperti ini,” kata Puan.Puan menambahkan, DPR juga mendorong Kementerian Kesehatan untuk mengevaluasi fasilitas dan prosedur penanganan pasien di seluruh rumah sakit, termasuk aspek rujukan dan layanan darurat.“Jadi kami akan meminta Kementerian Kesehatan khususnya, untuk bisa mengevaluasi penanganan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit. Jangan sampai ada masyarakat yang kemudian tidak tertangani, khususnya di wilayah 3T,” kata Puan.Baca juga: Kronologi Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal Usai Ditolak 4 RS di JayapuraDiberitakan sebelumnya, seorang ibu di Papua bernama Irene Sokoy meninggal pada Senin pukul 05.00 WIT setelah tidak mendapatkan pelayanan memadai dari empat rumah sakit rujukan di Jayapura.Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, yang juga mertua korban, mengungkapkan bahwa Irene mulai merasakan kontraksi pada Minggu siang .Keluarga kemudian membawa Irene menggunakan kapal cepat ke RSUD Yowari.Baca juga: Tragedi Irene Sokoy, Ibu Hamil Ditolak 4 RS hingga Meninggal bersama BayinyaNamun, dokter tidak ada di tempat dan proses pembuatan surat rujukan berlangsung sangat lambat.“Pelayanan sangat lama. Hampir jam 12 malam surat belum dibuat,” ujar Abraham.Keluarga membawa Irene ke RS Dian Harapan dan RSUD Abepura, tetapi lagi-lagi tidak mendapatkan layanan.Baca juga: Ini Klarifikasi Resmi RS Bhayangkara terkait Pasien Ibu Hamil yang Meninggal Saat Dirujuk dari RSUD Yowari JayapuraPerjalanan terakhir menuju RS Bhayangkara juga tidak berhasil karena keluarga diminta membayar uang muka Rp 4 juta dengan alasan kamar BPJS penuh.Ada empat rumah sakit yang tercatat menolak Irene, yaitu RSUD Yowari, RSUD Abepura, RS Bhayangkara, dan RS Dian Harapan.Keluarga menyebut Irene akhirnya meninggal dalam perjalanan setelah menempuh perjalanan medis panjang tanpa mendapatkan penanganan darurat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hadir pula fitur Emotional Virtual Experience (EVE) yang memungkinkan pelanggan memvisualisasikan konfigurasi kendaraan secara digital dengan tampilan menyerupai foto realistis.Konsumen dapat memperoleh pengalaman VIP Delivery dalam proses serah terima kendaraan yang lebih personal sesuai waktu dan kebutuhan.Dari sisi keberlanjutan, BMW MINI Tunas Bekasi mengimplementasikan sistem pengelolaan limbah berbasis biomaterial.Limbah oli dari layanan purnajual diproses melalui filtrasi bioarik dengan struktur sarang lebah dan bakteri anaerob sehingga residu limbah dapat ditekan hingga di bawah tujuh persen.Teknologi ini digunakan untuk memastikan kualitas pengolahan limbah sesuai standar lingkungan otomotif modern.Seluruh model BMW yang dipasarkan melalui jaringan resmi mendapatkan program BMW Service Inclusive selama enam tahun, garansi lima tahun tanpa batas jarak tempuh.Baca juga: Kebutuhan Regulasi Penjualan Mobil Bekas di IndonesiaKemudian juga perlindungan ban dua tahun, serta layanan BMW Roadside Assistance selama tiga tahun yang mencakup bantuan derek dan mobil pengganti sesuai ketentuan.Peresmian BMW, BMW M, dan MINI Tunas Bekasi menjadi flagship pertama kami di kawasan ini dan mencerminkan investasi strategis untuk memperkuat kehadiran BMW Tunas di Bekasi. Fasilitas baru ini dibangun dengan konsep Retail.Next dengan standar tinggi, kata Rico Setiawan, President Director BMW Tunas.Langkah ini sekaligus memperluas jangkauan BMW Tunas dalam melayani masyarakat Bekasi dan Jakarta Timur, serta menunjukkan keseriusan kami dalam menghadirkan pengalaman ritel otomotif premium yang relevan dengan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan masa kini, tambahnya.

| 2026-01-16 16:30