Nilai Transaksi Kripto RI Sentuh Rp 409,56 Triliun, Investor Tembus 18,61 Juta Orang

2026-02-04 16:13:38
Nilai Transaksi Kripto RI Sentuh Rp 409,56 Triliun, Investor Tembus 18,61 Juta Orang
JAKARTA, - Nilai transaksi aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik.Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang Januari-Oktober 2025, total nilai transaksi kripto mencapai Rp 409,56 triliun.Meski masih besar, capaian tersebut turun 13,77 persen dibanding periode yang sama pada 2024, yang mencatat sekitar Rp 475 triliun.Di sisi lain, jumlah investor justru terus bertambah. Per September 2025, pengguna kripto di Indonesia mencapai 18,61 juta orang, tumbuh 3,05 persen dalam satu bulan. Secara rata-rata, pertumbuhan investor tercatat konsisten di atas 3 persen setiap bulan.Baca juga: Awas! Bitcoin Sentuh Level Terendah 7 Bulan, Peluang Rebound atau Jatuh Lebih Dalam?CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan investor domestik tidak menarik diri dari pasar.Mereka cenderung menahan penempatan dana baru sambil menunggu kejelasan arah pasar global.Dengan demikian, pasar kripto Indonesia dinilai tetap resilien meski berada dalam tekanan eksternal.Menurutnya, pola penurunan volume transaksi di Indonesia tidak terlepas dari kondisi global yang tengah bergejolak.“Volatilitas yang terjadi di pasar global memang mempengaruhi aktivitas perdagangan di Indonesia. Namun menariknya, meskipun nilai transaksi turun, jumlah pengguna kripto di Indonesia terus meningkat,” ujar Calvin dalam keterangan pers, Jumat .Peningkatan jumlah investor merupakan sinyal bahwa minat masyarakat terhadap aset digital masih kuat. “Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat tetap terjaga, bahkan ketika pasar sedang cooling down,” paparnya.Calvin memproyeksikan pasar kripto hingga akhir 2025 akan berada dalam fase konsolidasi, sejalan dengan sikap wait and see investor global.Berbagai faktor makro, seperti kebijakan suku bunga The Fed, stabilitas geopolitik, aliran likuiditas, serta pergerakan modal institusional, menjadi faktor penentu arah pasar pada beberapa kuartal mendatang.“Saat ini kita belum melihat konfirmasi bahwa pasar memasuki fase bearish struktural. Banyak indikator on-chain, adopsi pengguna, dan aktivitas pengembang masih stabil. Kondisinya lebih menggambarkan pendinginan pasar daripada pembalikan tren besar,” beber Calvin.Di tengah ketidakpastian, pemerintah dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas melalui regulasi perpajakan, rencana bursa aset kripto tambahan, serta edukasi publik.Upaya ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekosistem aset digital di Tanah Air.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-04 16:35