Adik Lionel Messi Alami Kecelakaan, Jadwal Pernikahan Ditunda

2026-02-03 17:48:14
Adik Lionel Messi Alami Kecelakaan, Jadwal Pernikahan Ditunda
- Kabar tak menyedapkan datang dari keluarga Messi menjelang akhir tahun 2025.Adik Lionel Messi, Maria Sol, mengalami kecelakaan di Miami.Padahal, ia semula dijadwalkan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, Julian Arellano, pada 3 Januari 2026.Acara tersebut direncanakan berlangsung di Rosario, Argentina, kota kelahiran Lionel Messi sekaligus tempat keluarga besar berkumpul.Namun, rencana itu harus ditunda setelah Maria Sol mengalami kecelakaan lalu lintas di Miami. Peristiwa tersebut terjadi kurang dari satu bulan sebelum hari pernikahan.Kondisi tersebut membuat agenda keluarga Messi perlu disesuaikan dengan situasi pemulihan Maria.Maria Sol dikenal aktif di dunia fesyen. Ia juga terlibat dalam sejumlah bisnis keluarga dan beberapa usaha milik kakaknya.Baca juga: Langkah Barcelona Rekrut Bek Baru Usai Andreas Christensen CederaInformasi mengenai kondisi Maria Sol disampaikan oleh jurnalis Argentina, Angek de Brito.Ia memastikan keadaan adik Lionel Messi dalam kondisi stabil dan mendapat penanganan medis lanjutan."Saudari Messi baik-baik saja," ucap Angek de Brito, seperti dilansir dari laporan Goal.com, Selasa ."Dia sudah aman, tetapi saya sedang mengecek keadaan dengan keluarganya karena dia seharusnya menikah di Rosario, Argentina, pada 3 Januari, dan dia harus menundanya."“Dia menderita luka bakar dan luka bakar sangat sulit diobati, serta pergeseran tulang belakang.""Dia sudah memulai rehabilitasi di Rosario.”“Saya bertanya kepada ibunya, Celia Cuccittini, karena saya telah menerima beberapa informasi dan dia mengatakan bahwa itu benar tetapi Maria Sol baik-baik saja."“Dia mengalami dua tulang belakang yang retak, tumit dan pergelangan tangan juga retak."


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-03 16:39