Penampakan Molotov Disita Polda Metro dari Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

2026-01-13 13:43:59
Penampakan Molotov Disita Polda Metro dari Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh
Polda Metro Jaya menangkap tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM karena diduga melakukan penghasutan dan merencanakan kerusuhan di Jakarta pada Desember ini. Polisi menyita enam bom molotov yang diduga hendak digunakan saat kerusuhan."Diamankan beberapa barang bukti bom molotov yang nanti akan digunakan untuk membuat kerusuhan di wilayah DKI Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam jumlah pers, Senin (8/12/2025).Selain molotov, polisi menyita ponsel milik para tersangka yang digunakan untuk melakukan penghasutan hingga masker gas respirator. Hasutan itu diduga dilakukan melalui akun media sosial Instagram."Ini dapat membahayakan keselamatan, kenyamanan, ketertiban masyarakat yang ada. Di sini, Polda Metro Jaya hadir dalam upaya penegakan hukum, menjaga keteraturan sosial, sehingga tindakan-tindakan ini dilakukan. Gunanya adalah untuk menciptakan rasa aman dan tertib di wilayah hukum Polda Metro Jaya," jelasnya.Kasus ini terungkap berdasarkan patroli Direktorat Siber Polda Metro Jaya lalu ditindaklanjuti oleh Satgas Penegakan Hukum. Para tersangka diduga merencanakan dan mengajak untuk melakukan kerusuhan pada aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta bulan ini.Wadir Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus mengatakan para tersangka ditangkap di tiga wilayah, yakni di Jakarta Pusat, Bekasi, dan Bandung."Rencana untuk membuat rusuh, ada beberapa molotov yang disiapkan untuk tujuan tersebut," kata AKBP Fian.Lihat Video 'Viral! Remaja Bawa Sajam-Molotov di Depok, Diduga Mau Tawuran':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-13 12:15