MADIUN, - Seorang pekerja tempat hiburan malam Maxy Gold Madiun diduga menjadi korban pemerkosaan oleh dua rekan kerjanya.Kasus asusila ini menimpa pekerja perempuan berinisial IH (21) usai korban merayakan ulang tahun yang ketiga Maxy Gold Madiun.Tak terima dengan ulah bejat dua rekannya, IH melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa dirinya itu ke Polres Madiun Kota pada Rabu . Saat melaporkan kasus itu, IH didampingi dua pegiat sosial Yusuf Prasetyo dan George Efraim Rinhea.Baca juga: Nasib Petani di Madiun, Disidang gara-gara Selamatkan dan Rawat Landak di RumahLaporan IH diterima langsung oleh petugas SPKT Polres Madiun Kota. Setelah melapor, korban diperiksa oleh penyidik PPA Satuan Reskrim Polres Madiun Kota.Usai memberikan laporan, IH bercerita tentang petaka yang menimpa dirinya pada Sabtu lalu.Kasus itu bermula setelah mengikuti pesta ulang tahun Maxy Gold di Kota Madiun. IH yang bekerja sebagai staf di tempat hiburan itu dalam kondisi mabuk lantaran banyak tamu yang menawari minuman beralkohol.Baca juga: Wali Kota Madiun Larang ASN Cuti di Masa Libur Natal dan Tahun BaruSaat mabuk, IH menuju toilet di tempat hiburan itu karena kondisi badannya yang tidak enak.Usai keluar dari toilet, IH dibantu seorang temannya bernama Didik, Totok dan Boby dibawa ke ruang LC.“Setelah berada di situ saya dibawa kedua pelaku itu ke ruang VIP 1. Dua terduga pelaku yang membawa saya itu ada rekaman CCTV-nya,” kata IH.Saat diperkosa, IH dalam kondisi tidak sadar. Perempuan itu baru tersadar saat hendak muntah. IH tersadar dan mengetahui kedua pelaku, H dan C, memerkosanya. Ia langsung menendang kedua pelaku supaya bisa keluar.Terhadap kejadian itu, IH langsung melapor ke atasannya bernama Yudi. Selanjutnya, Yudi melaporkan peristiwa pemerkosaan itu kepada direksi Maxy Gold bernama Intan.Saat itu, pihak manajemen sudah mengetahui peristiwa tersebut lantaran sudah melihat dari rekaman CCTV.Sebelum melapor ke polisi, IH sempat ditawari supaya persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan dengan catatan akan diberikan kompensasi uang. Namun, IH memilih melaporkan kasus itu ke polisi lantaran tidak kuat menahan tekanan psikis.“Saya melaporkan kasus ini agar pelaku juga kapok dan merasakan setimpal yang saya rasakan. Saya menanggung malu. Apalagi saya masih kerja di sana. Sementara para pelaku bersenang-senang bebas di luar,” tandas IH.Ia menambahkan, kedua rekannya sudah dipecat dari tempat kerjanya. Sementara manajemen meminta maaf atas ulah H dan C yang sudah melakukan tindak asusila kepada dirinya.
(prf/ega)
Pekerja Tempat Hiburan Malam di Madiun Jadi Korban Pemerkosaan Dua Rekannya
2026-01-12 07:44:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:39
| 2026-01-12 06:59
| 2026-01-12 06:46










































