Guru Korban Bencana di Sumatera Dapat Rp 2 Juta, Abdul Mu'ti: Itu Bantuan, Bukan Tunjangan

2026-01-12 04:34:56
Guru Korban Bencana di Sumatera Dapat Rp 2 Juta, Abdul Mu'ti: Itu Bantuan, Bukan Tunjangan
YOGYAKARTA, - Para guru yang menjadi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) akan mendapat bantuan sebesar Rp 2 juta.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan, uang tersebut bukan tunjangan, tetapi bantuan untuk guru yang menjadi korban dan dirawat di rumah sakit akibat bencanaHal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti usai menghadiri Sosialisasi dan Percepatan Program Indonesia Pintar dengan Mobil Layanan Gerak di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Kabupaten Sleman."Rp 2 juta itu untuk bantuan guru-guru yang kemarin dirawat di rumah sakit itu," katanya, Kamis .Baca juga: Rencana Menteri Abdul Muti Naikkan Tunjangan Guru Honorer, PGRI DIY: Perhatikan Guru SwastaAbdul Mu'ti menyampaikan bahwa bantuan tersebut tidak hanya untuk para guru yang dirawat di rumah sakit akibat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.Para guru yang meninggal dunia akibat bencana di daerah itu juga mendapatkan bantuan tersebut."Jadi guru yang dirawat di rumah sakit itu dapat bantuan itu. Termasuk ada yang meninggal, kita bantu," ucapnya.Ia mengatakan, uang sebesar Rp 2 juta bukan merupakan tunjangan.Uang tersebut merupakan bantuan untuk para guru yang menjadi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Sehingga ia menegaskan hal tersebut tidak ada hubungannya dengan tunjangan.Baca juga: 16.500 Guru Terdampak Bencana di Sumatera Akan Dapat Tunjangan Khusus"Jadi itu tidak ada hubungannya dengan tunjangan. Itu bantuan karena mereka terkena musibah," ucapnya.Menurut Abdul Mu'ti, guru yang dirawat di rumah sakit akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dilakukan pendataan.Ia mengatakan jika data tersebut sampai dengan saat ini akan terus berkembang.Baca juga: Saat Menteri Abdul Muti Bercengkrama dengan Siswa SD di Cilacap, Bahas Orang Desa dan Cita-cita..."Itu kan ada datanya mereka dirawat, kan ada datanya. Datanya masih terus dinamis," katanya.


(prf/ega)