Polda NTT Gunakan Drone Bawah Laut Cari Pelatih Valencia dan 2 Anaknya

2026-02-02 17:48:54
Polda NTT Gunakan Drone Bawah Laut Cari Pelatih Valencia dan 2 Anaknya
LABUAN BAJO, - Puluhan anggota Polri diberangkatkan untuk membantu upaya pencarian pelatih Valencia dan 2 anaknya yang jadi korban tenggelamnya kapal pinisi KM Putri Sakinah di Selat Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menjelaskan berbagai alat material khusus (Almatus) milik Ditpolairud Polda NTT juga dikerahkan membantu proses pencarian korban."Berbagai peralatan canggih seperti drone bawah laut, sonar sistem, seabob, scooter bonex dan beberapa alat tambahan lain. Sonar ini bisa mendeteksi logam sampai radius 200 meter," ungkap Kristian, Senin .Baca juga: Media Spanyol Ramai Beritakan Pelatih Valencia Tewas di Labuan BajoSelain itu, pihaknya juga menerjunkan tiga unit kapal patroli kepolisian guna membantu proses pencarian tersebut."Kami menggerakkan dua unit kapal patroli yakni Kapal Patroli Cepat (KPC) XXII 2007 dan 2 unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Ditpolairud Polda NTT. Kapal-kapal ini akan membantu proses pencarian visual diatas permukaan laut," paparnya.Ia mengatakan 35 personil kepolisian dilibatkan dalam membantu proses pencarian korban KM Putri Sakinah yang tenggelam pada Jumat lalu di lintasan Pulau Kambing - Pulau Komodo."Ada 8 personil Satpolairud Polres Manggarai Barat, 21 personil Ditpolairud Polda NTT dan 6 personil Korpolairud Baharkam Polri saat ini masih terus membantu Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian," katanya.Baca juga: Keluarga Pelatih Valencia Minta Identitas Korban Tak Diekspos Berlebihan, Ini Kata Polda NTTIa menambahkan, pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan."Kami berkomitmen untuk hadir dalam setiap peristiwa yang menyangkut keselamatan masyarakat termasuk wisatawan asing. Kami terus bersinergi dengan potensi SAR yang ada dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Padar," tegas dia.Pihaknya juga turut prihatin dan menyampaikan duka cita atas tenggelamnya KM. Putri Sakinah tersebut."Saya atas nama pribadi dan Polres Manggarai Barat turut prihatin dan duka cita, semoga para korban segera ditemukan," ungkapnya.Baca juga: Pencarian Hari Keempat, Pelatih Valencia dan 2 Anaknya Masih Hilang, 1 Ditemukan MeninggalTerkait kondisi di lapangan, kata dia, bedasarkan informasi dari BMKG dan hasil pengamatan visual, bahwa gelombang laut di lokasi kejadian mencapai 1 meter serta angin kencang dan arus laut yang kuat.Mengingat kondisi cuaca dan arus laut yang cukup menantang, pihak Kepolisian bersama Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian 3 orang korban KM Putri Sakinah, dan memperluas area penyisiran ke arah timur dari lokasi kejadian."Hingga saat ini, upaya pencarian terus dilaksanakan secara intensif, dengan mengerahkan peralatan dan kekuatan maksimal demi menemukan para korban dan memberikan kejelasan bagi keluarga yang menunggu dengan penuh harap," ungkap dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 16:56