Ringkasan berita:BALI, - Perubahan perilaku konsumen dan pesatnya adopsi teknologi digital memaksa banyak pelaku usaha kuliner tradisional untuk beradaptasi. Salah satunya dialami oleh pemilik Warung Nasi Ayam Ibu Oki di Bali, Sri Maryawati yang perlahan "menyulap" restoran tradisionalnya supaya bisa menerima pesanan makanan secara daring (online).Sri, yang biasa memang akrab dipanggil "Ibu Oki", mengaku awalnya tidak mudah bagi usaha kuliner tradisional seperti miliknya untuk masuk ke platform digital. Sebab, masuk ke ekosistem digital membawa tantangan tersendiri, terutama dalam menyelaraskan sistem pemesanan online dengan operasional dapur dan layanan makan di tempat.Baca juga: Grab Umumkan Fitur Jaminan On Time, Siap Ganti Rugi hingga Rp 3,3 JutaNamun, perubahan zaman membuat langkah tersebut tak terhindarkan.“Waktu sebelum saya masuk ke online, saya mengakui bahwa saya harus mengikuti perubahan zaman. Perkembangan pesan online di makanan itu sekarang sudah tidak bisa dihindari," kata Ibu Oki kepada Kompas.com pada Minggu kemarin. Ibu Oki menyebut bahwa tantangan terbesar dalam masuknya sistem online adalah menyelaraskan sistem pemesanan daring dengan operasional dapur dan layanan makan di tempat.Ia menyiasatinya dengan pengelolaan produksi yang lebih terencana, termasuk menyiapkan stok setengah matang dan menjaga standar rasa agar tetap konsisten meski volume pesanan meningkat.“Order online dan tamu makan di tempat datang bersamaan. Itu tantangan besar. Tapi sejauh ini masih bisa kami pegang,” jelas Ibu Oki./Bill Clinten Pemilik Warung Makan Ibu Oki, iSri Maryawati alias Ibu Oki ketika ditemui Kompas.com di Cabang Nusa Dua pada Minggu .
(prf/ega)
Cerita Pemilik Warung Nasi Ayam Ibu Oki di Bali, Selaraskan Warung Tradisional dengan Era Digital
2026-01-11 23:51:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 00:08
| 2026-01-11 23:36
| 2026-01-11 23:12
| 2026-01-11 22:56
| 2026-01-11 22:47










































