VinFast Siap Luncurkan MPV Listrik 7-Penumpang Rakitan Lokal

2026-01-14 08:06:29
VinFast Siap Luncurkan MPV Listrik 7-Penumpang Rakitan Lokal
JAKARTA, - VinFast Indonesia sudah resmi mendirikan pabrik di daerah Subang, Jawa Barat. Pabrik ini akan segera merakit lokal MPV listrik yang rencananya akan diluncurkan di Indonesia.Pendirian pabrik tersebut menjadi langkah strategis VinFast untuk memperkuat kehadiran manufaktur di dalam negeri. Selain meningkatkan efisiensi produksi, perakitan lokal juga diharapkan mampu menekan harga dan mempercepat waktu distribusi ke konsumen.Baca juga: VinFast Bicara Peluang Pasarkan Mobil PHEV di IndonesiaCEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan, pabrik di Subang untuk fase pertama yang dikembangkan ini kapasitas terpasang adalah maksimal di satu tahun 50.000 unit. Tapi, akan terus dikembangkan di fase-fase berikutnya.ilhamkarim/kompas.com Vinfast Limo GreenDia menjelaskan, pengembangan pabrik dilakukan secara bertahap seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Dengan strategi ini, VinFast ingin memastikan kapasitas produksi tetap selaras dengan permintaan konsumen."Untuk yang tahap pertama ini, nanti yang akan dirakit di Subang adalah VF 3, VF 5, VF 6, VF 7 dan juga MPV yang akan segera kami luncurkan," ujar Kariyanto, kepada wartawan, saat ditemui di VCreator Summit 2025, di Bali, Sabtu .Baca juga: VinFast Fokus Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik di IndonesiaVinFast Indonesia semakin memantapkan komitmennya di pasar kendaraan listrik nasional dengan menyiapkan peluncuran MPV listrik 7-penumpang rakitan lokal. Model ini diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung baru VinFast untuk menjangkau segmen keluarga di Indonesia.ilhamkarim/kompas.com Interior VinFast Limo GreenKariyanto menambahkan, VF 3 diproduksi lebih dulu karena potensi pasarnya. Saat ini, secara volume penjualan VinFast sebanyak 70 persen dipegang oleh VF 3."Jadi, tentu kami mengutamakan volume yang terbesar dulu ya. Sehingga, bisa diserap lebih cepat dari segmen itu. Selanjutnya akan diikuti dari MPV (7-penumpang)," kata Kariyanto.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 07:54