PO Bus di Terminal Jatijajar Tetap Layani Perjalanan ke Sumatera Jelang Nataru

2026-01-12 04:11:15
PO Bus di Terminal Jatijajar Tetap Layani Perjalanan ke Sumatera Jelang Nataru
DEPOK, - Sejumlah perusahaan otobus (PO) di Terminal Jatijajar, Kota Depok, tetap melayani perjalanan menuju sejumlah wilayah di Sumatera menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.Kepala Terminal Jatijajar, Rafik Hidayat, mengatakan bahwa layanan bus ke Sumatera masih berjalan seperti biasa."Untuk ke Sumatera melayani tujuan Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, dan Riau," kata Rafik Hidayat kepada Kompas.com, Minggu .Baca juga: Suhu AC Bus Transjakarta Dipastikan Tak Lebih dari 25 Derajat CelsiusIa menjelaskan, perjalanan menuju sejumlah wilayah yang terdampak bencana alam tetap berlangsung normal. Meski demikian, terdapat beberapa rute yang mengalami rekayasa perjalanan, salah satunya rute menuju Sumatera Barat (Sumbar).Sebelumnya, bus tujuan Sumbar melayani rute Padang Kota, Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, hingga Lubuk Basung."Untuk yang ke arah Sumbar beroperasi sampai Padang Kota. Dari Jatijajar kalau yang arah Riau tetap operasi sampai Pekanbaru," ungkapnya.Menurut Rafik, arus mudik keberangkatan dan kedatangan penumpang mulai terlihat meski belum tergolong ramai.Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 24–25 Desember 2025, bertepatan dengan masa libur sekolah."Untuk tahun kemarin (puncaknya) sekitar 1.500 penumpang, kemungkinan tahun ini lebih dari itu karena berbarengan dengan libur anak sekolah," jelas Rafik.Baca juga: Bukan Liburan, Warga Ini Mudik Nataru ke Purwodadi untuk Panen Jagung"Untuk tiket bus belum ada kenaikan, masih harga normal," sambungnya.Harga tiket yang masih normal dibenarkan oleh salah satu penumpang tujuan Purwodadi, Jawa Tengah, bernama Mukarom (38).Ia mengaku baru membeli tiket keberangkatan pukul 13.00 WIB melalui perusahaan otobus (PO) Garuda Mas dengan harga Rp 250.000.Menurut Mukarom, harga tiket tersebut masih sesuai dengan anggarannya untuk pulang ke kampung halaman dan bertemu istri serta anaknya di Desa Geyer."Ini juga saya beli tiketnya telat. Datang tadi pukul 05.30 WIB karena mau berangkat pagi, taunya habis semua dan sisa yang siang," ujarnya.Mukarom menuturkan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, harga tiket bus diperkirakan mulai naik pada Senin . Besaran kenaikan bergantung pada masing-masing PO, dengan kisaran Rp 20.000 hingga Rp 100.000."Semakin mepet puncak arus mudik pastinya lebih mahal, tapi sepengalaman saya kisaran naiknya segitu," terang Mukarom.


(prf/ega)