Sudah 3 Tahun, Pelaku Pembunuh Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi Masih Misteri

2026-01-16 19:35:20
Sudah 3 Tahun, Pelaku Pembunuh Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi Masih Misteri
SEMARANG, - Kasus kematian Iwan Boedi, aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi saksi kasus korupsi di Kota Semarang, Jawa Tengah, masih diselimuti misteri.Iwan Boedi ditemukan tewas dalam kondisi terbakar dan dimutilasi di Kawasan Marina Semarang pada Kamis, 8 September 2022.Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio, mengakui bahwa kasus tersebut belum terpecahkan hingga kini.Baca juga: MAKI Gugat Polda Jateng: Kematian Iwan Boedi, Saksi Kasus Korupsi Tak Terungkap Sejak 2022"Betul. Iwan Budi memang menjadi PR (pekerjaan rumah) buat kami," kata Dwi, Selasa, .Meski kasus tersebut telah berjalan lebih dari dua tahun, Dwi menegaskan bahwa penyidik masih terus melakukan penyelidikan."Kami tetap sampai saat ini berusaha untuk melakukan kegiatan penyidikan," ujarnya.Oleh karena itu, Dwi meminta bantuan kepada masyarakat luas untuk memberikan informasi apabila mengetahui detail mengenai kasus pembunuhan tersebut.KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio saat ditemui di kantornya.Baca juga: Kematian Saksi Kunci Korupsi Iwan Boedi Digugat, Polda Jateng dan Polres Semarang Absen di Sidang Perdana"Kami juga berharap bantuan daripada siapa pun yang mengetahui informasi yang detail bisa melaporkan kepada Polrestabes," lanjutnya.Penyidik masih mengalami kesulitan dalam menemukan barang bukti yang mengarah kepada pelaku pembunuhan terhadap ASN Kota Semarang tersebut."Karena memang tadi alat bukti yang kami miliki belum bisa mengarah kepada siapa pelakunya ini," ungkap Dwi.Kasus ini bermula pada 8 September 2022, ketika jasad tanpa kepala yang terbakar ditemukan bersama sepeda motor di Pantai Marina.Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa jasad tersebut adalah Iwan Boedi Paulus, seorang ASN yang bertugas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang.Iwan sebelumnya dilaporkan menghilang pada 24 Agustus 2022, sehari sebelum dijadwalkan memberikan kesaksian kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah.Baca juga: Lokasi Pembunuhan Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi di Semarang Sudah Rata TanahKesaksiannya terkait dugaan korupsi sertifikasi aset milik Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2010.Kematian tragis Iwan Boedi yang diduga terkait dengan kasus korupsi menambah daftar misteri dalam pengusutan perkara ini.Hingga kini, belum ada pelaku yang berhasil diungkap.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-16 19:27