ACEH UTARA, – Anggota DPR RI TA Khalid menyatakan bahwa banjir yang melanda sejumlah daerah di Aceh dampaknya lebih parah dibandingkan tsunami.“Saya mengalami tsunami. Kita rasakan di Banda Aceh, Aceh Barat, dan Calang. Sekarang luasnya lebih lebar, dan dampaknya terhadap infrastrukturnya lebih parah dibandingkan tsunami dulu,” kata TA Khalid di Bandara Sultan Malikussaleh Aceh Utara, Senin .Tsunami banyak menelan korban jiwa. Namun, tiga hari kemudian akses sudah bisa dilewati di jalur darat.Sementara itu, untuk banjir kali ini, akses jalan darat hingga memasuki hari ke-11 masih lumpuh dan sejumlah daerah terisolasi.Baca juga: Distribusi Bantuan ke Aceh Tamiang Terhambat Longsor, AHY: Tantangannya Tidak Ringan Politikus Partai Gerindra ini mencontohkan, hingga hari ini akses jalan darat ke Kabupaten Aceh Tamiang masih lumpuh total.“Saya pikir dengan luasnya wilayah yang terkena banjir, ini sangat layak jadi bencana nasional. Dampak kerusakannya luar biasa,” kata Ketua Forum DPR dan DPD RI asal Aceh ini.Dari sisi korban, tsunami memang menelan korban jiwa ribuan orang, tetapi tidak seluruh infrastruktur rusak.“Hanya infrastruktur tiga kabupaten yang rusak parah saat tsunami. Sekarang, seluruh daerah yang banjir rusak infrastrukturnya, mulai sekolah, rumah, jalan, jembatan dan lain sebagainya,” kata dia. Korban bencana banjir dan longsor hingga siang ini terus bertambah. Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia 156 orang dan terluka mencapai 1.838 jiwa.Bencana melanda 18 kabupaten/kota di Aceh beberapa waktu lalu. Musibah ini menyebabkan 955.322 jiwa atau 214.940 kepala keluarga (KK) terdampak.Baca juga: Belajar dari Aceh–Sumut dan Sumbar, Gubernur Sumsel Minta Mitigasi Bencana DiperketatTA Khalid datang bersama pesawat Hercules yang membawa bahan bantuan untuk kabupaten/kota di Aceh.Dia menyebutkan bahwa DPR RI telah meminta pemerintah untuk menjadikan bencana ini dengan status bencana nasional.“Kita sudah suarakan bencana ini menjadi bencana nasional. Kita bandingkan saja dengan tsunami Aceh,” katanya.Saat ini, Bandara Malikussaleh Aceh Utara menjadi sentral distribusi bantuan lewat jalur udara.Selain itu, Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, menjadi titik sentral bantuan lewat jalur laut.
(prf/ega)
Anggota DPR Bandingkan Banjir Aceh dengan Tsunami, Kerusakan Infrastruktur Dinilai Lebih Parah
2026-01-12 09:24:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:58
| 2026-01-12 09:41
| 2026-01-12 08:14
| 2026-01-12 07:32










































