Kepala Sekolah SMAN 72: Senin Depan, Pembelajaran Masih Online

2026-02-04 17:19:52
Kepala Sekolah SMAN 72: Senin Depan, Pembelajaran Masih Online
JAKARTA, - Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon mengatakan, pembelajaran di sekolahnya masih akan berlangsung secara online (daring) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Senin pekan depan.Pasalnya, pihak sekolah harus memastikan dulu apakah para para orangtua siswa sudah mengizinkan putra-putri mereka mengikuti pembelajaran secara hybrid (kombinasi offline dan online)."Hari Senin itu yang pasti masih PJJ. Lalu, masih kita pantau juga dan kita pastikan dengan orang tuanya apakah sudah boleh hybrid ya. Jadi harus kami pastikan orang tuanya menyetujui," ujar Tetty saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Sabtu ."(Maksudnya) Menyetujui hybrid. Apapun yang terjadi kita kan belum bisa memastikan mereka harus seluruhnya belajarnya luring (offline) ya, karena masih ada sebagian yang kondisinya, traumanya masih ada," jelasnya.Baca juga: Warga Nilai Game Online Tak Layak Jadi Kambing Hitam Kasus Ledakan SMAN 72 JakartaTetty juga mengungkapkan, proses asesmen psikologis kepada siswa-siswi SMAN 72 sudah berjalan, tetapi belum sepenuhnya selesai.Selain dari Dinas Pendidikan Jakarta, asesmen juga dilakukan oleh pihak sekolah, tim dari TNI AL, dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga memberikan atensi untuk proses asesmen psikologis.Dari hasil asesmen sementara, para siswa sudah mulai rindu kembali belajar di sekolah secara langsung.Selain itu, ia menyebut hasil asesmen secara umum menunjukkan kondisi psikologis para siswa sudah membaik."Tapi hasil resmi belum (terbit). Hasil penyelidikan juga belum," tutur Tetty.Ia menambahkan, meski asesmen psikologi menunjukkan hasil positif, sekolah masih menunggu persetujuan orangtua siswa untuk bisa menggelar pembelajaran secara online dan offline (hybrid).Baca juga: Pramono Ogah Buru-buru Putuskan Cabut KJP Pelaku Ledakan SMAN 72 JakartaIa pun berpesan agar para siswa berdoa supaya kondisi masing-masing terus membaik. "Karena orang tua murid yang terutama memberikan restu ya. Anak-anak mereka juga masih takut-takut jalan. Pesan saya, anak-anak berdoa dan bersemangat, mudah-mudahan segera pulih," ungkap Tetty."Supaya tidak ketinggalan dari sekolah lain pembelajarannya," tambahnya Sebelumnya, ledakan terjadi di masjid sekolah SMAN 72, Kelapa Gadingm Jakarta Utara pada pukul 12.15 WIB pada Jumat .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-04 17:36