VinFast Limo Green Debut di GJAW 2025: Peluang untuk Indonesia

2026-02-02 08:54:42
VinFast Limo Green Debut di GJAW 2025: Peluang untuk Indonesia
TANGERANG, - VinFast memanfaatkan panggung Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 untuk melakukan langkah yang tidak lazim di industri otomotif global.Untuk pertama kalinya, produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu membawa Limo Green ke luar negeri dan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang mendapatkan “early release exclusive preview” sebelum peluncuran resminya pada Maret 2026.Keputusan tersebut bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi menunjukkan tingkat prioritas VinFast terhadap pasar Indonesia.Baca juga: Suzuki Grand Vitara Terbaru Meluncur, Segini HarganyaModel ini sebelumnya sudah mencuri perhatian di Vietnam dengan catatan lebih dari 6.500 pengiriman hanya dalam tiga bulan, langsung melesat ke jajaran teratas segmennya.Dengan performa tersebut, VinFast tampak percaya diri memboyong Limo Green ke Indonesia lebih awal dibanding negara lain.CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan konsumen lokal. “Kami ingin memberikan kesempatan langka bagi masyarakat Indonesia menjadi yang pertama di dunia menikmati Limo Green. Respons luar biasa di Vietnam memberi kami keyakinan besar untuk memperkenalkannya lebih awal di sini,” ujarnya di GJAW 2025, Tangerang, Jumat .Limo Green diposisikan sebagai salah satu model strategis VinFast untuk tahun depan, terutama untuk memperkuat penetrasi di segmen kendaraan listrik perkotaan.Dengan desain sederhana namun futuristik, model ini ditujukan untuk konsumen yang membutuhkan mobil compact dengan efisiensi tinggi dan biaya operasional rendah.Pendekatan ini sejalan dengan target VinFast untuk menghadirkan solusi mobilitas hijau yang lebih terjangkau.Vinfast Vinfast Limo GreenMenariknya, kehadiran Limo Green tidak berdiri sendiri.VinFast menjadikan debut ini sebagai pemanasan menuju rencana besar mereka di Indonesia, termasuk pembangunan fasilitas produksi di Subang hingga perluasan jaringan layanan purnajual.Dengan fondasi tersebut, perusahaan berharap adopsi EV di Indonesia bisa bergerak lebih cepat dan lebih stabil.Baca juga: MG Bawa Semua Mobil Listrik di GJAW 2025Selain memberikan kesempatan early preview, VinFast juga mengajak pengunjung GJAW untuk berpartisipasi dalam pemilihan nama varian yang akan dipasarkan khusus di Indonesia.Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin melibatkan konsumen dalam proses pengembangan produk, sekaligus menyesuaikan karakter kendaraan dengan pasar lokal.Dengan strategi agresif dan pendekatan yang tidak biasa, debut awal Limo Green di GJAW 2025 menandai babak baru persaingan EV di Indonesia.Jika antusiasme publik mengikuti jejak Vietnam, bukan tidak mungkin model ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan VinFast di Indonesia pada tahun mendatang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 07:33