Alasan Sumardji Mundur sebagai Manajer Timnas Indonesia

2026-02-02 01:41:50
Alasan Sumardji Mundur sebagai Manajer Timnas Indonesia
- Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan pengumuman penting terkait perannya sebagai manajer Timnas Indonesia.Dia memutuskan untuk mundur dari jabatan sebagai manajer timnas yang telah diembannya sejak beberapa tahun belakangan."Saya sampaikan berkaitan dengan tugas saya. saya juga turut mendampingi coach Indra Sjafri di SEA Games, saya akan menyerahkan tugas dan tanggung jawab saya sebagai manajer timnas, baik senior dan juga kelompok umur termasuk manajer timnas SEA Games," kata Sumardji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa ."Saya serahkan tugas dan tanggung jawab yang saya emban selama ini kepada Ketua Umum agar supaya berkaitan dengan manajer timnas ke depan dicarikan sosok paling tepat, paling ikhlas, paling bertanggung jawab. Yang terbaik pokoknya," jelas dia. Keputusan ini diambil Sumardji mengingat beratnya tugas yang harus dijalankan sekaligus, baik sebagai Ketua BTN dan juga sebagai manajer.Baca juga: Kevin Diks Sulit Terima Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Sangat MenyakitkanMaka itu, dia memilih untuk melepas satu jabatannya dan ingin fokus mengurus timnas lewat melalui perannya sebagai Ketua BTN saja."Selanjutnya, saya akan fokus di badan timnas, karena ke depan berkaitan dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan di badan timnas, ini memang luar biasa beratnya," ujar Sumardji."Kita tahu bahwa di tahun ini, timnas baik senior maupun kelompok umur, kecuali U17, mengalami sesuatu yang memang memerlukan kerja yang ekstra, fokus, dan harus betul-betul bisa mengembalikan kejayaan timnas seperti sebelumnya," ungkap dia.Sumardji mengatakan telah memikirkan hal ini dengan matang sebelum mengumumkannya kepada media.Sebab, kedua peran tersebut membutuhkan fokus yang sangat tinggi karena sama-sama mengurus tim mulai dari detail yang terkecil."Saya menyerahkan tugas dan tanggung jawab selama ini jadi manajer timnas baik senior maupun kelompok umur termasuk SEA Games, itu sudah melalui pertimbangan sangat matang dikarenakan saya mengakui bahwa tugas manajer itu sangat-sangat besar," ucap Sumardji.Baca juga: PSSI Putus Kerja Sama dengan Indra Sjafri Usai Kegagalan di SEA Games 2025"Kenapa? karena satu, memikul tanggung jawab dan harus memikirkan tentang prestasi. kalau memikirkan prestasi kan kita berpikirnya jauh sekali, dari hal kecil pun harus kita pikirkan, itu di luar teknis ya.""Saya mundur karena saya ingin betul-betul mengurangi intensitas yang butuh konsentrasi dan fokus lebih besar. Saya ingin betul-betul fokus mengurangi intensitas melekat di tim, tapi saya harus berpikir bagaimana timnas ke depan lebih baik, fokus di BTN.""Karena sebenarnya saya pun di BTN akan selalu berhadapan dengan timnas, mulai dari kelompok umur sampai dengan senior. Kalau ada manajernya, tentu kan agak berkurang tugas saya, terutama terkait harus menunggui anak-anak ketika melakukan kegiatan di berbagai event," jelasnya.Sumardji pun menutupnya dengan menuturkan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia terkait kegagalan timnas U22 yang mengulang rekor pahit 16 tahun lalu dengan tak lolos dari fase grup SEA Games."Saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kepada publik berkaitan dengan tidak berhasilnya di gelaran SEA Games. Kita tidak bisa lolos ke semifinal dan tentu ini sangat menyulitkan serta mengecewakan kita semuanya," ujar pria yang juga berprofesi sebagai polisi itu."Sekali lagi saya minta maaf sebesar-besarnya, dan saya akan berusaha di badan timnas untuk bisa lebih baik lagi memperbaiki situasi yang ada sekarang ini," tegasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 00:15