Apartemen Hong Kong Terbakar 15 Jam Lebih, 44 Orang Meninggal, 3 Terduga Pelaku Ditangkap

2026-01-11 04:01:34
Apartemen Hong Kong Terbakar 15 Jam Lebih, 44 Orang Meninggal, 3 Terduga Pelaku Ditangkap
- Kebakaran hebat terjadi di Gedung apartemen yang berlokasi di Wang Fuk Court di distrik utara Tai Po, Hong Kong pada Rabu pukul 14.41 waktu setempat.Akibatnya, sebanyak 44 orang meninggal dunia, 45 orang dalam kondisi kritis, dan 279 orang hilang.Salah seorang penghuni apartemen, Harry Cheung (66) berkata dirinya mendengar suara keras saat api mulai mendekat."Saya segera kembali mengemasi barang-barang saya," kata dia, dikutip dari NBC News."Saya bahkan tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini. Saya hanya memikirkan di mana aku akan tidur malam ini, karena aku mungkin tidak akan bisa pulang," imbuh Cheung.Hingga Kamis pukul 05.40 waktu setempat, api tak kunjung padam.Insiden ini menjadi peristiwa kebakaran paling mematikan yang terjadi di Kota Tai Po dalam tiga dekade terakhir.Selama hampir 15 jam, si jago merah melahap apartemen 32 lantai yang dilapisi dengan perancah bambu yang mudah terbakar.Belum diketahui dengan pasti penyebab kebakaran tersebut. Pihak berwenang tengah menyelidiki untuk menemukan penyebab pasti.Baca juga: Skandal Pendidikan Hong Kong: Kepala Sekolah Bocorkan Soal untuk Bimbel Milik SelingkuhanWakil direktur Pemadam Kebakaran, Derek Armstrong Chan merinci, 40 orang meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara 4 orang lainnya meninggal di rumah sakit.Dia mengaku kesulitan memadamkan api di gedung lantai atas."Dalam kegelapan, hal itu akan menimbulkan bahaya dan kesulitan tambahan bagi operasi kami, dan hingga saat ini, suhu di dalam lokasi kebakaran masih sangat tinggi. Jadi, kami kesulitan untuk mencapai lantai atas dua gedung tersebut," kata Chan, dikutip dari CNA.Sementara itu, Kepala eksekutif kota setempat, John Lee mengatakan prioritas utama mereka saat ini adalah menyelamatkan warga yang terjebak.Perlu diketahui, apartemen di Wang Fuk Court itu memiliki 2.000 unit hunian yang tersebar di 8 gedung.Kemudian, prioritas kedua adalah memberikan dukungan kepada korban yang terluka. Prioritas ketiga memberikan dukungan dan pemulihan.


(prf/ega)