JAKARTA, - Jumlah korban sesak napas akibat kebakaran Pondok Pesantren Al-Mawaddah di Jalan Sadar Raya, Ciganjur, Jagakarsa, pada Rabu bertambah.“(Korban sesak napas) sudah 23 orang,” kata Kapolsek Jagakarsa AKP Nurma Dewi saat dikonfirmasi, Rabu.Para korban saat ini mendapat penanganan medis di rumah sakit terdekat.Baca juga: Kebakaran Basement Pesantren Al Mawaddah Ciganjur, 3 Santri Sesak Napas“Penanganannya sekarang dibawa ke rumah sakit semua yang terdekat dari sana. Tapi cuma sesak napas saja,” kata dia.Menurut Nurma, para santri mengalami sesak napas karena ikut membantu memadamkan api di ruang bawah tanah yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan.“Soalnya mereka ikut ngebantuin (memadamkan api) di sana. Di bawah itu kan gudang, banyak kayu-kayunya,” tutur dia.Adapun kebakaran ini dilaporkan pukul 14.28 WIB dan selesai ditangani sekira pukul 14.39 WIB."Obyek yang terbakar basement Pesantren Al Mawaddah,” kata Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal dalam keterangannya, Rabu.Peristiwa itu dilaporkan pertama kali pukul 14.28 WIB dari masyarakat sekitar.Baca juga: Menyiasati Akses Prioritas yang Tak Ada di Stasiun Kampung BandanSebanyak 7 unit pompa dan 2 unit pendukung pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api dengan 40 personel.Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran ini. Polisi masih menyelidiki berikut dengan estimasi kerugiannya.
(prf/ega)
Korban Sesak Napas akibat Kebakaran Pesantren di Jagakarsa Bertambah Jadi 23 Orang
2026-01-12 06:59:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:57
| 2026-01-12 06:44
| 2026-01-12 06:09
| 2026-01-12 05:21
| 2026-01-12 05:11










































