Pemerintah Indonesia Tindak Lanjuti Minat Investor Wuhan untuk Bangun Desa Pariwisata Pertanian di Kawasan Transmigrasi

2026-01-11 15:10:24
Pemerintah Indonesia Tindak Lanjuti Minat Investor Wuhan untuk Bangun Desa Pariwisata Pertanian di Kawasan Transmigrasi
- Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menjajaki kerja sama investasi dengan perusahaan benih asal China, Wuhan Guoying Seed Co., Ltd., untuk membangun desa pariwisata berbasis industri pertanian di kawasan transmigrasi Indonesia.Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Forum China (Hubei)–Indonesia Economic and Trade Investment Cooperation Promotion Conference yang digelar pada 14 Oktober 2025, ketika perusahaan tersebut menyatakan minat mendukung program swasembada pangan nasional yang digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto.Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam kunjungannya ke fasilitas penelitian Wuhan Guoying pada Rabu , menyatakan kesiapan pemerintah memfasilitasi investasi tersebut melalui pemanfaatan lahan transmigrasi.“Pasti kita akan saling bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi untuk menyukseskan hal ini. Yang jelas, nanti investasinya berada di lahan kami, di kawasan transmigrasi,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Dalam kunjungan itu, Iftitah meninjau langsung riset pengembangan varietas padi unggul yang mampu menghasilkan 8 hingga 17 ton per hektar (ha).Ia membandingkan hasil tersebut dengan produktivitas padi di beberapa wilayah Indonesia yang masih relatif rendah.“Di Maluku Utara, di kawasan transmigrasi, satu hektar paling hanya menghasilkan 1,8 sampai 2 ton per ha. Jika dibandingkan dengan hasil di sini, 11, 13, bahkan hingga 17 ton per ha, tentu peluang peningkatan produktivitas kita sangat besar,” ucap Iftitah.Rencana kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mendorong pembangunan ekosistem desa wisata pertanian yang melibatkan dunia usaha, akademisi, dan pemerintah.Dalam rombongan kunjungan turut hadir Profesor Hu dan sejumlah peneliti pertanian dari China untuk menjajaki potensi riset bersama.Menurut Iftitah, kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian dan pariwisata, asalkan ditopang riset yang serius dan penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal.“Tentu saja saya sangat optimistis. Tetapi optimisme itu harus dibangun dengan tindakan nyata. Kami undang para peneliti untuk melihat bagaimana kondisi tanah, cuaca, dan faktor lainnya, termasuk SDM-nya. Ini juga membutuhkan etos kerja yang cukup tinggi,” tegasnya.Langkah awal ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Kementrans dan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta membuka lapangan kerja baru bagi warga transmigrasi. 


(prf/ega)