JAKARTA, - Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Markas Besar (Mabes) TNI terus mematangkan wacana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina.Keterlibatan Indonesia dalam pasukan perdamaian tinggal menunggu titah Presiden Prabowo Subianto setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui rancangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai mekanisme keamanan dan pemerintahan di Gaza dengan pengerahan pasukan internasional.Saat ini, proses seleksi prajurit dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, masih terus berjalan, termasuk penentuan calon pemimpin misi kemanusiaan tersebut.Baca juga: Panglima TNI: Pasukan Perdamaian Gaza Bakal Dipimpin Jenderal Bintang 3Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengumumkan bahwa pasukan perdamaian Gaza bakal dipimpin oleh perwira tinggi (pati) TNI berpangkat bintang tiga.“Kemudian rencana nanti dipimpin oleh jenderal bintang tiga,” ujar Agus usai menghadiri rapat secara tertutup bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Komisi II DPR RI, Selasa .Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, ada beberapa nama jenderal bintang tiga yang disiapkan untuk memimpin pasukan perdamaian.Meski begitu, ia tidak mengungkap siapa sosok jenderal bintang tiga yang ditunjuk untuk mengomandoi pasukan perdamaian.Baca juga: TNI Ungkap Kriteria Jenderal yang Akan Pimpin Pasukan Perdamaian Gaza Ia hanya mengatakan bahwa sosok yang dipilih memiliki pengalaman memadai dalam operasi multilateralisme dan operasi gabungan.Freddy menjelaskan, ada beberapa pertimbangan yang membuat TNI menyiapkan jenderal bintang tiga untuk memimpin pasukan perdamaian di Gaza.Pertimbangan pertama adalah skala operasi yang besar dan melibatkan tiga brigade komposit, yakni Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi, dan Batalyon Bantuan.Dengan modal pangkat jenderal bintang tiga, sosok yang ditunjuk dinilai akan lebih mudah menakhodai tiga brigade komposit yang terdiri dari lintas matra.Baca juga: Ini Alasan TNI Pilih Jenderal Bintang Tiga untuk Pimpin Misi Perdamaian di GazaDi sisi lain, pos komando pasukan perdamaian diperuntukkan bagi jenderal bintang tiga karena misi di Gaza termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berkaitan erat dengan misi kemanusiaan.Freddy menjelaskan bahwa misi ke Gaza memiliki kompleksitas tugas yang mencakup aspek kemanusiaan, rekonstruksi, kesehatan, dan perlindungan warga.Sementara itu, pertimbangan lain menunjuk jenderal bintang tiga adalah untuk mempermudah koordinasi dengan PBB dan elemen lain di tingkat internasional.“Koordinasi internasional sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan misi perdamaian di Gaza,” jelas dia.DOK LANTAMAL IV BATAM Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) TNI Angkatan Laut, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 yang melakukan perjalanan menuju Palestina untuk membawa bantuan kemanusian, Minggu mampir ke Batam, Kepulauan Riau.
(prf/ega)
Jenderal Bintang Tiga hingga 20.000 Prajurit Disiapkan untuk Pasukan Perdamaian ke Gaza
2026-01-12 04:56:47
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:53
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:30










































