Dejan/Bernadine Juara Syed Modi India International 2025, PR Masih Banyak

2026-01-14 18:45:57
Dejan/Bernadine Juara Syed Modi India International 2025, PR Masih Banyak
- Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardani, jadi juara di ajang Syed Modi India International 2025.Gelar juara diamankan oleh Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardani usai mengalahkan pasangan Thailand unggulan ketujuh turnamen, Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai.Final ganda campuran Syed Modi India International 2025 berlangsung dalam dua set yang berdurasi 40 menit.Dejan/Bernadine mengalahkan Pakkapon/Sapsiree dengan skor 21-19 dan 21-16 di Lapangan 1 BBD U.P. Badminton Academy, Vipin Khand, Minggu ."Alhamdulillah di sini bisa juara lagi. Setelah juara Super 100, kali ini bisa naik jadi juara Super 300," tutur Dejan Ferdinansyah usai final Syed Modi India International.Baca juga: Indonesia Open 2025, Penyebab Dejan/Fadia Masih Kesulitan Lawan Wakil Thailand"Kalau buat saya kunci di pekan ini hanya fokus di pertandingan saja, fokus match per match dan alhamdulillah berjalan dengan baik," tuturnya dilansir dari keterangan dari PBSI.Dejan Ferdinansyah diketahui belum lama berpartner dengan Bernadine. Melalui beragam turnamen yang diikuti, mereka terus berupaya memantapkan kekompakan.Gelar di Syed Modi India International 2025 jadi bukti perkembangan Dejan Ferdinansyah/Bernardine Anindya Wardani.Dejan dan Bernadine sebelumnya pernah tampil sebagai kampiun turnamen level Super 100, yakni Al Ain Masters 2025 pada awal Oktober silam."Berpasangan dengan Bernadine, sejauh ini mulai membaik dan secara skill individu."Baca juga: Hasil Indonesia Open 2025, Kejutan Adnan/Indah dan Duka Dejan/Fadia"Bernadine juga mulai improve dan dia mulai tahu harus bermain seperti apa dan fokusnya seperti apa.""Dengan empat atau lima bulan ini dia cepat belajar dan ini jadi modal untuk kami," tutur Dejan Ferdinansyah yang sebelumnya pernah berpartner dengan Gloria Emanuelle Widjaja.Kendati demikian, Dejan Ferdinansyah berharap titel juara Syed Modi India International tak membuatnya dan Bernadine berpuas diri.Masih ada tantangan lain di depan yang menanti mereka."Walau begitu, evaluasi kami masih banyak, dari segi defense belum cukup rapat, dari segi pola permainan juga masih banyak PR-nya. Semoga terus berproses dan kedepannya jauh lebih baik," ujar Dejan menambahkan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-14 17:41