Siswanya Tiada karena Sakit, Guru Ini Katakan Telah Pindah Sekolah demi Jaga Hati Anak-anak

2026-01-11 23:17:33
Siswanya Tiada karena Sakit, Guru Ini Katakan Telah Pindah Sekolah demi Jaga Hati Anak-anak
- Seorang guru sekolah dasar di Huainan, Provinsi Anhui, China, memilih jalan yang tak biasa setelah salah satu muridnya meninggal dunia akibat sakit.Alih-alih mengungkapkan kabar duka secara langsung, sang guru di China itu mengatakan kepada para siswa bahwa teman sekelas mereka telah pindah sekolah karena kondisi kesehatan.Keputusan itu diambil untuk melindungi anak-anak dari kenyataan pahit tentang kematian di usia yang masih sangat belia.Kisah ini terungkap setelah sang guru membagikan pengalamannya pada 11 Desember 2025, sebagaimana dilaporkan Jimu News.Dalam unggahannya, ia menyebut murid tersebut mengembuskan napas terakhir dalam pelukan ibunya, dikelilingi keluarga.Penyakit yang diderita tidak diungkap, namun ia menggambarkan detik-detik kepergian muridnya sebagai “tenang dan tanpa rasa sakit".Baca juga: Tren Anak Muda China Punya Peliharaan Baru Berupa Gumpalan Jamur Teh, Begini Ceritanyafreepik.com Ilustrasi guru. Demi lindungi muridnya dari duka, seorang guru di China menyembunyikan kematian siswa dan meminta anak-anak menulis surat perpisahan.Sebagaimana diberitakan South China Morning Post, Senin , tanpa mengetahui tragedi yang sebenarnya, para murid diminta menulis surat perpisahan untuk teman mereka yang dikira pindah sekolah.Surat-surat itu ditulis tangan dengan gaya polos khas anak-anak, sebagian menggunakan pinyin untuk huruf yang belum mereka kuasai.Isi surat penuh dengan perhatian, rindu, dan harapan sederhana.Salah satu murid menulis, “Sejak kamu pindah, kami semua merindukanmu. Jika kamu merasa kesepian atau sedih di sekolah barumu, bacalah surat ini. Kami akan selalu mengingatmu”.Baca juga: AS Umumkan Jual Paket Senjata Besar-besaran ke Taiwan, China MurkaMurid lain menuliskan, “Di mana sekolah barumu? Kemarin guru membelikan kita semua teh buah dan kamu ketinggalan. Jangan berteman lebih baik dariku di sekolah barumu. Ayo bermain bersama hari Minggu ini”.Tak hanya surat, beberapa anak juga meninggalkan hadiah kecil di kelas.Seorang murid meletakkan penghapus berbentuk buah di podium, berharap bisa memberikannya kepada sang teman.Murid lain menyusul dengan kartu permainan kesayangan mereka.


(prf/ega)