BOGOR, – Aksi perampokan terhadap pasangan lansia di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilakukan dengan cara sadis. Para pelaku tidak hanya merampas harta korban, tetapi juga memukul, mengikat, serta menyumpal mulut korban.Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengatakan, perampokan tersebut dilakukan oleh komplotan spesialis pencurian dengan kekerasan. Kekerasan menjadi bagian utama dalam setiap aksi yang mereka lakukan.“Mereka merampok pemilik rumah yang sudah lansia. tidak hanya menggasak harta, tetapi juga menyiksa korban dengan sangat keji,” kata Edison saat dihubungi Kompas.com, Kamis .Ia menjelaskan, dalam peristiwa tersebut, Emed alias Aki berperan mengikat dan menyumpal mulut korban lansia. Sementara pelaku lainnya melakukan pemukulan terhadap korban.Baca juga: Perampokan Lansia di Cileungsi hingga Beralih Curi Ternak, Polisi Nyamar Pak Haji Tangkap PelakuKasus ini bermula dari perampokan brutal pada dini hari di Kampung Kubang, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi. Kawanan pelaku menyiksa pasangan lansia dan menggasak harta benda milik korban.Dalam peristiwa itu, korban diikat, mulut dilakban, serta dianiaya hingga mengalami luka berat. Akibat penganiayaan tersebut, korban bahkan kehilangan gigi bagian depan.Kapolsek menyebut, total terdapat enam orang pelaku dalam komplotan tersebut. Tiga orang memukul nenek korban dan tiga orang lainnya memukul kakek korban.Setelah melakukan penyiksaan, para pelaku membawa kabur satu unit mobil Toyota Avanza, satu unit sepeda motor Honda Vario, dokumen kendaraan berupa BPKB, serta uang tunai Rp 79 juta.“Yang memukul itu dilakukan oleh pimpinan bersama anak buahnya,” ujar Edison.Kasus perampokan sadis ini terungkap saat para pelaku mencoba menjual mobil hasil kejahatan. Ketika kepemilikan kendaraan hendak dikonfirmasi oleh dealer, salah satu pelaku melarikan diri dan meninggalkan jejak yang mengarah pada identitasnya.“Saat pelaku kabur, kami mendapatkan fotonya. Dari situ diketahui bahwa orang tersebut merupakan pelaku perampokan terhadap lansia,” ucap Edison.Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke rumah pelaku. Namun, selama sekitar dua bulan, pelaku tidak berada di lokasi. Dari hasil penelusuran, diketahui komplotan tersebut beralih dari perampokan ke pencurian hewan ternak di Jawa Tengah.Dalam pengembangan kasus, polisi menemukan bahwa para pelaku telah mencuri puluhan ekor ternak di wilayah Batang. Yang terdeteksi, jumlahnya sekitar 60 ekor kambing dan ratusan ekor bebek.Pengungkapan kasus semakin terang setelah salah satu pelaku, Kumis, lebih dulu ditangkap di Batang. Dari keterangan Kumis, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan Emed di wilayah Cianjur.Guna mendekati target tanpa menimbulkan kecurigaan, Kompol Edison menyamar sebagai seorang pak haji yang berniat membeli domba. Cara tersebut dilakukan untuk memancing pelaku keluar dengan modus transaksi jual beli ternak.“Saya sendiri yang menyamar sebagai Pak Haji yang mencari ternak. Pelaku (Emed) terpancing keluar dan mendatangkan domba hasil curiannya,” ujar Edison.Saat transaksi berlangsung, polisi langsung melakukan penangkapan. Dari penangkapan itu, identitas pelaku lain, termasuk pimpinan komplotan, berhasil terungkap.Atas perbuatannya, Emed dan Kumis dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.“Meski dua orang sudah diamankan, kami memastikan operasi belum berakhir. Saat ini, Polsek Cileungsi masih memburu empat orang anggota sindikat lainnya yang identitasnya sudah dikantongi. Tim tidak akan berhenti sampai seluruh anggota kawanan ini tertangkap. Perbuatan mereka sangat sadis dan meresahkan masyarakat,” tegas Edison.
(prf/ega)
Perampok Lansia di Cileungsi Ikat dan Sumpal Mulut Korban hingga Gigi Tanggal
2026-01-12 15:13:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:50
| 2026-01-12 15:32
| 2026-01-12 14:08
| 2026-01-12 13:56
| 2026-01-12 13:26










































