Gibran: Target Pertumbuhan 8 Persen Perlu Ruang Produksi Baru

2026-01-12 03:45:13
Gibran: Target Pertumbuhan 8 Persen Perlu Ruang Produksi Baru
JAKARTA, - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen membutuhkan perluasan ruang produksi nasional.Ia menyebut ruang baru ini penting untuk mendorong produktivitas dan mewujudkan kemandirian ekonomi.“Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan hingga 8 persen kita perlu menciptakan ruang yang baru sebagai pendorong produktivitas nasional,” ujar Gibran dalam rilis video yang ditayangkan pada BIG Conference 2025 di Jakarta, Senin .Baca juga: Pidato di KTT G20 2025, Gibran Pamerkan QRIS dan Makan Bergizi GratisGibran menilai optimisme tetap dibutuhkan di tengah tekanan ekonomi global.Ekonomi Indonesia sejauh ini disebut mampu beradaptasi, pulih, dan menjaga stabilitas meski tantangan global meningkat.Ia mengatakan pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto menempatkan kemandirian ekonomi sebagai fondasi pembangunan.Upaya itu ditempuh lewat penguatan industri nasional, ketahanan pangan dan energi, hilirisasi sumber daya alam, hilirisasi digital, serta penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.Dalam pemaparannya, Gibran menegaskan pemerintah tidak bergerak sendiri. Ia menyebut peran pengusaha, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lain sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat.“Untuk bersama-sama menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif dan mensejahterakan masyarakat,” kata Gibran.Baca juga: Setahun Prabowo-Gibran, BTN (BBTN) Akselerasi Program Tiga Juta RumahPemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di level 5,04 persen pada kuartal III 2025.Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan berada di kisaran 5,1 hingga 5,2 persen.“Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional 2025 berada di kisaran 5,0-5,1 persen dan meningkat pada 2026 di kisaran 5,1-5,2 persen,” ujarnya.


(prf/ega)