PIDIE JAYA, – Desa Dayah Husen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan pasca-banjir.Selama lebih dari tiga pekan, aktivitas masyarakat di desa tersebut terhenti total akibat genangan lumpur yang masih menyelimuti wilayah mereka.Warga setempat kini hanya bisa berdiam diri di rumah. Sebagian dari mereka kembali ke rumah untuk memeriksa kondisi dan membersihkan lumpur secara perlahan.Pada malam hari, perkampungan dalam keadaan gelap tanpa penerangan. Sementara di pagi hari, masyarakat berkumpul di posko dapur umum.Baca juga: Update Data Banjir Aceh Utara, Korban Meninggal 166 Orang, Ribuan Rumah Rusak BeratDesa Dayah Husen tercatat sebagai salah satu daerah yang terdampak parah akibat bencana ini.Mukhlis, seorang warga desa menjelaskan, saat ini tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukan seperti biasanya.Kebun, sawah, dan hewan ternak mereka hilang akibat banjir.“Kalau pagi berkumpul di posko, kalau malam tidur di balai. Ada juga yang keluar ke rumah saudara. Pekerjaan lumpuh total sama sekali tidak ada, kampung sudah berlumpur semua, tidak tahu kemana pergi. Masyarakat yang biasa bekerja keluar pagi pulang sore sekarang tidak tahu kemana pergi lagi,” ungkap Mukhlis saat ditemui Kompas.com, Senin malam.Baca juga: Lhok Puuk, Desa yang Terpisahkan oleh Hantaman Banjir Aceh Utara...Setelah sempat terisolir, akses jalan ke desa kini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.Bantuan seperti sembako dan air bersih mulai masuk dan mencukupi kebutuhan dasar masyarakat.Namun, kondisi musala sebagai tempat ibadah masih dipenuhi lumpur dan belum dapat dibersihkan.“Untuk bantuan saat ini mungkin Al-Qur’an dan musala dibersihkan. Itu pribadi saya. Kenapa, karena kami tidak ada kegiatan, daripada duduk-duduk saja, kami bisa membacanya,” tambah Mukhlis.Mukhlis berharap agar desanya segera pulih, dengan harapan adanya alat berat yang dapat membantu membersihkan lumpur sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas.“Harapan kami, kalau pun ada bantuan, kasih tinggi rumah, karena rumah yang rendah itu memang penuh lumpur. Kemudian untuk kebutuhan di musala, terpenting memang kampung kami bisa bersih dulu dari lumpur agar aktivitas masyarakat bisa stabil,” pungkasnya.
(prf/ega)
Korban Banjir di Aceh Berharap Bantuan Al-Quran dan Musala Dibersihkan
2026-01-12 05:47:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:04
| 2026-01-12 05:25
| 2026-01-12 05:07
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 04:27










































