Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum Australia, Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Pendidikan

2026-01-12 04:09:54
Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum Australia, Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Pendidikan
CANBERRA, – Bahasa Indonesia telah lama menjadi bagian dari kurikulum sekolah di Australia, bahkan termasuk salah satu bahasa asing yang paling banyak diajarkan. Posisi ini tidak lepas dari kedekatan geografis serta pentingnya hubungan strategis, ekonomi, dan budaya antara Australia dan Indonesia sebagai negara tetangga.Namun dalam dua dekade terakhir, minat belajar Bahasa Indonesia menunjukkan penurunan tajam.Data berbagai lembaga pendidikan mencatat tren yang mengkhawatirkan. Di Western Australia, misalnya, laporan FMLTA dan ACICIS mengungkap bahwa jumlah siswa kelas 12 yang mengambil mata pelajaran Bahasa Indonesia anjlok hingga 85 persen sejak 2001 hingga 2024.Penurunan juga terasa di tingkat nasional. Jika pada 1992 terdapat 22 universitas yang membuka program Bahasa Indonesia, kini jumlah tersebut menyusut menjadi hanya 12 pada 2022.Baca juga: Sejarah Baru, Pertama Kalinya Kongres Nasional Bahasa Indonesia 2025 Digelar di AustraliaUpaya mempertahankan keberlangsungan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia kembali ditegaskan melalui kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq ke Australian Government Department of Education di Canberra.Dalam pertemuan itu, Fajar membahas urgensi menjaga agar Bahasa Indonesia tetap diajarkan di sekolah-sekolah dan kampus-kampus Australia, di tengah tren penurunan minat yang semakin mengkhawatirkan.Kunjungan ini sekaligus menjadi rangkaian perhelatan First Australian Congress for Indonesian Language 2025 atau Kongres Australia Pertama untuk Bahasa Indonesia 2025 yang berlangsung di Australian National University (ANU) pada 6 Desember 2025.Sebuah upaya diplomasi pendidikan untuk terus menghidupkan Bahasa Indonesia di negara yang sesungguhnya memiliki tradisi kajian Indonesia tertua di dunia.DOK./AYUNDA First Australian Congress for Indonesian Language 2025 atau Kongres Australia Pertama untuk Bahasa Indonesia 2025 resmi digelar di Australian National University (ANU).Program Bahasa Indonesia di perguruan tinggi Australia kini hanya tersisa 12 pada 2022. Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono memperingatkan kondisi ini dalam Kongres Pertama Australia untuk Bahasa Indonesia di Canberra, Sabtu .Ia menyebut bahwa jika tidak ada upaya bersama, bukan mustahil Bahasa Indonesia akan hilang dari sekolah-sekolah Australia pada 2030.Penurunan tersebut bukan sekadar angka, tetapi cerminan berkurangnya minat dan dukungan institusional terhadap Bahasa Indonesia di berbagai jenjang pendidikan.Siswa mengatakan ada sejumlah tantangan yang memperparah kondisi ini. Banyak sekolah di Australia kini hanya mengajarkan Bahasa Indonesia sampai kelas 9, dan itupun semakin berkurang.Baca juga: Beasiswa Studi Singkat Australia Awards in Indonesia 2026, Cek SyaratnyaKrisis guru juga menjadi masalah besar, antara lain para pengajar senior banyak yang pensiun, sementara proses mengirim guru baru dari Indonesia bukan hal mudah karena Australia memiliki persyaratan kualifikasi khusus.Di saat yang sama, generasi muda Australia lebih tertarik pada bahasa lain seperti Korea dan Mandarin yang didorong oleh kekuatan budaya populer dan dukungan institusi pendidikan dari negara-negara tersebut.Argumen lama tentang kedekatan geografis, politik, keamanan, dan hubungan dagang tak lagi cukup menarik bagi generasi digital yang lebih responsif terhadap pengalaman budaya yang dekat dengan kehidupan mereka.


(prf/ega)