JAKARTA, - Istilah omakase berkaitan erat dengan konsep bersantap khas Jepang. Gaya makan ini kian populer di dunia, bahkan mulai digunakan untuk menikmati menu selain hidangan otentik Jepang.Seperti kolaborasi kuliner yang diluncurkan The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dengan Suwe Ora Jamu, menawarkan konsep omakase jamu bagi tamu Dwangsa9 Resto & Lounge."Ini adalah bentuk diplomasi gastronomi kami bahwa jamu merupakan salah satu kuliner yang kita harus lestraikan," kata Corporate Brand & Marcom Manager PHM Hotels, Greta Indri, dalam konferensi pers di Dwangsa9 Resto & Lounge, Rabu .Baca juga: Banjir Sumatera Jadi Alarm Pentingnya Wisata BerkelanjutanKompas.com/Krisda Tiofani The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dengan Suwe Ora Jamu, menawarkan konsep omakase jamu bagi tamu Dwangsa9 Resto & Lounge selama enam bulan.Kolaborasi ini memadukan tujuh racikan jamu dari Suwe Ora Jamu dan enam kudapan manis gurih buatan Executive Chef The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Yoel.Chef Yoel mengatakan, ia berusaha menghadirkan suasana minum jamu yang modern dan menarik bagi generasi muda, tanpa meninggalkan esensi budaya minuman tradisional ini."Kami pairing dengan makanan-makanan modern ini biar matching dengan anak muda, supaya mereka tertarik dengan jamu karena herbal ini juga bagus untuk kesehatan," kata Chef Yoel, ditemui Kompas.com terpisah usai acara.Baca juga: Cara Menghindari Mabuk Perjalanan, Mulai dari Naik Mobil hingga KapalKompas.com/Krisda Tiofani Sereh Telang dan Ubi Cream Brulee, menu omakase jamu di Dwangsa9 Resto & Lounge.Selama enam bulan ke depan, terhitung sejak Desember 2025, tamu hotel maupun pelanggan dari luar, dapat menikmati omakase jamu setiap hari di Dwangsa9 Resto & Lounge.Dwangsa9 Resto & Lounge berlokasi di lobi selatan The Darmawangsa Square, tepatnya di Jalan Darmawangsa IX Nomor 14, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Selengkapnya, simak daftar menu omakase jamu seharga Rp 188.000++ per paket berikut ini.Kompas.com/Krisda Tiofani Co-Founder dan CEO Suwe Ora Jamu, Nova Dewi bersama Executive Chef The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Yoel, dalam konferensi pers omakase jamu di Dwangsa9 Resto & Lounge The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Rabu .Selain omakase jamu, tamu dapat mengikuti program Jamu Making Experience yang digelar oleh Suwe Ora Jamu.Aktivitas ini terbuka bagi para pengunjung yang ingin belajar meracik jamu dari ahlinya dengan harga Rp 350.000 ++ per orang dengan minimum reservasi 10 orang.Produk-produk Suwe Ora Jamu lainnya juga tersedia di Dwangsa9 selama kolaborasi ini terjalin, seperti Jamu Houseblend dan Jamu Mixology, dengan harga mulai dari Rp 45.000.Pelanggan dapat melakukan reservasi omakase jamu melalui nomor telepon 0811 8085 101 atau Instagram @dwangsa9 dan @suweorajamu28. Baca juga: Deretan Hotel Peraih Michelin Key 2025 di Asia, Ada dari IndonesiaSecara harfiah, omakase berarti "saya percayakan kepada koki". Khusus omakase jamu, tamu dapat mempercayakan rangkaian racikan jamu dari ahlinya.Bukan sekedar menikmati olahan empon-empon dengan segudang khasiat, aktivitas ini juga membuka peluang bagi pencinta kuliner untuk memahami lebih jauh soal jamu.Co-Founder dan CEO Suwe Ora Jamu, Nova Dewi, menjelaskan filosofi kehidupan yang diwujudkan melalui setiap jamu.Menurutnya, jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan narasi tentang perjalanan manusia yang penuh rasa, kadang manis, getir, juga terkadang hangat, tetapi tetap memiliki makna.Baca juga: Perjalanan Hagia Sophia, dari Katedral, Situs Warisan Dunia, hingga MasjidKompas.com/Krisda Tiofani Co-Founder dan CEO Suwe Ora Jamu, Nova Dewi, dalam konferensi pers omakase jamu di Dwangsa9 Resto & Lounge The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Rabu .Seperti The Classic Jamu Indonesia yang terdiri dari beras kencur, kunyit asem, dan temulawak."Ketiga itu adalah perwakilan rasa manis, asam, dan pahit," kata Nova yang juga ditemui Kompas.com seusai acara.Nova menggambarkan jamu beras kencur sebagai fase kedua dalam kehidupan, di mana manusia mulai merasakan "pedasnya" kehidupan di usia remaja.Berbeda dengan kunyit asem yang menurutnya memiliki rasa lebih ringan dan segar, layaknya semangat banyak manusia ketika masih kecil.Memperkenalkan filosofi jamu secara sederhana, membantu mendorong generasi muda untuk tertarik menikmati minuman tradisional ini, layaknya orangtua mereka.Baca juga: Jamu dan Wedang Indonesia Diperkenalkan di Swiss Lewat Teknologi KapsulHarapan tersebut bukanlah hal mustahil. Menurut Nova, generasi muda, khususnya generasi Z, semakin gemar mengonsumsi jamu."Generasi Z makin suka minum jamu. Mereka tetap suka yang klasik ya, kayak kunyit asem, beras kencur, atau campuran keduanya," kata Nova.Generasi muda juga dinilai tertarik dengan penyajian jamu kekinian ala mixologist, yang memadukan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern."Jadi benar-benar belajar esensi jamu. Mulai dari pahitan, asam jawa, jahe. Menarik banget karena melihat juga dari sisi modernnya," pungkasnya.Baca juga: Lagi Viral Party Jamu, Ini Cara Bikin Beras Kencur di Rumah Pakai Bahan Simpel!
(prf/ega)
Aktivitas Baru di Hotel Jakarta Selatan, Bisa Nikmati Omakase Jamu
2026-01-12 15:06:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:08
| 2026-01-12 14:14
| 2026-01-12 13:04
| 2026-01-12 13:02
| 2026-01-12 12:47










































