DPR Usul Tunda TKA SD dan SMP akibat Bencana Sumatera, Pengamat Menanggapi

2026-01-12 05:30:39
DPR Usul Tunda TKA SD dan SMP akibat Bencana Sumatera, Pengamat Menanggapi
- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti mengusulkan agar Tes Kemampuan Akademik jenjang SMP dan SD ditunda akibat kejadian bencana alam di sejumlah daerah pada akhir tahun 2025 ini.Sebagaimana kita ketahui banjir bandang dan tanah longsor parah terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengakibatkan sekolah rusak dan murid belum bisa belajar.Sejatinya TKA untuk SMP dan SD dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret hingga April 2026."Kemudian bagaimana juga dengan TKA-nya? Kalau itu sebaiknya kita putuskan saja bahwa itu memang tidak perlu kita laksanakan pada saat ini," ucap Esti dalam rapat bersama Mendikdasmen di Gedung DPR pada Senin , dikutip dari video YouTube Komisi X DPR RI Channel.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan bahwa akan ada kebijakan khusus untuk TKA."Selain memang TKA tidak wajib, kami juga melihat bahwa ada beberapa hal yang memang secara kebijakan akan kita buat relaksasi," jawab Mendikdasmen.Adapun TKA jenjang SMA telah terlaksana pada November lalu dan cukup penting karena dipakai sebagai syarat mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.Baca juga: Kemendikdasmen Ungkap Alasan Siswa Kesulitan Kerjakan Soal Matematika TKADari testimoni sejumlah murid SMA mereka mengaku kesulitan mengerjakan soal ujian pada mapel matematika. Hasilnya, Mendikdasmen mengungkapkan bahwa nilai matematika dari TKA yang baru perdana digelar ini jeblok.Pengamat pendidikan Bukik Setiawan berpendapat TKA yang tersisa sebaiknya ditunda."Sebaiknya semua TKA tidak dilaksanakan pada semua daerah bencana karena situasi darurat dan hancurnya sarana prasarana penunjang pelaksanaan TKA," kata Bukik, Rabu melalui pesan singkatMelihat luluh lantaknya tempat tinggal dan sarana serta prasarana sekolah terutama di Sumatera, tentu membutuhkan waktu yang lama untuk pulih seperti sedia kala.Pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan tersebut menuturkan untuk TKA tahun 2026 juga masih perlu pengkajian."Perlu evaluasi perbaikan sarana prasarana dulu. Hasil evaluasi yang digunakan untuk mengambil keputusan," ujarnya.Sementara itu, pakar matematika dari FMIPA ITB, Prof. Hendra Gunawan, Ph.D. beropini bahwa secara logis pelaksanaan TKA sebagai sesuatu yang penting tentunya harus dalam kesiapan yang layak."Terkait kesulitan di mapel matematika, saya tidak kaget karena selama ini capaian siswa kita di tes PISA juga tidak pernah bagus dan tidak menunjukkan adanya perbaikan juga ya," kata Hendra melalui pesan singkat, Rabu.Menurutnya tak ada solusi tunggal untuk meningkatkan kemampuan matematika pelajar Indonesia."Yang pasti faktor-faktor penentunya mesti diperbaiki yaitu kurikulum, buku, guru, kurikulum pendidikan guru, sistem pendidikan di universitas penghasil guru, dan seterusnya. Belum lagi faktor dana," tutur Hendra.Selain itu, menurut Hendra ada juga hal yang penting untuk dipertimbangkan. "Selama ini segalanya selalu dibuat seragam, dan terpusat. Sebagai contoh, kurikulum. Mengapa tidak dibuat beberapa opsi (sebutlah A, B, C). Lalu biarkan tiap provinsi, bahkan tiap sekolah, memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Tentu dengan menyadari implikasinya," jelas Hendra.Baca juga: Pemerintah Akan Relaksasi Kebijakan TKA 2026 di Sumatera


(prf/ega)