Pejabat Diminta Tiru Prabowo, Tak Perlu Disambut Pelajar Saat Kunjungan Kerja

2026-02-02 17:43:53
Pejabat Diminta Tiru Prabowo, Tak Perlu Disambut Pelajar Saat Kunjungan Kerja
JAKARTA, - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadria Irfani  menyambut baik keputusan Presiden Prabowo Subianto yang meminta setiap pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak lagi mengerahkan anak sekolah dalam menyambut kedatangannya saat kunjungan kerja.Lalu berharap, keputusan tersebut dijalankan oleh Pemda dan juga dicontoh oleh pejabat negara lain saat melaksanakan kunjungan kerja ke daerah manapun.“Kami berharap kebijakan ini menjadi contoh bagi semua pejabat negara dan kepala daerah, sehingga tidak ada lagi kegiatan seremonial di luar ruang kelas yang mengganggu proses pembelajaran,” ujar Lalu Hadrian saat dikonfirmasi, Kamis .Baca juga: Alasan Prabowo Minta Tak Disambut Pelajar Sekolah Saat Kunjungan ke DaerahPolitikus Partai Kebangktian Bangsa ini berpandangan, keputusan yang diambil oleh Presiden memang diperlukan, sehingga para siswa tetap bisa fokus belajar di sekolah, kendati ada kunjungan pejabat negara.“Saya mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo. Ini adalah langkah yang sangat baik. Siswa tidak perlu lagi berdiri berjam-jam di pinggir jalan untuk menyambut pejabat. Mereka bisa tetap fokus belajar di kelas,” kata Lalu Hadrian.Dia mengingatkan bahwa kebiasaan mengerahkan siswa untuk menyambut kedatangan pejabat tidak bermanfaat bagi siswa dan justru mengganggu kegiatan belajar mengajar.“Pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Jika Presiden ingin berinteraksi dengan siswa, berkunjung ke sekolah adalah cara yang jauh lebih tepat dan mendidik,” kata Lalu.Baca juga: Prabowo: Guru Perlu Ditatar karena Kompetensinya Kurang di Beberapa MapelDiberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak perlu mengerahkan anak-anak sekolah ke pinggir jalan untuk menyambutnya saat kunjungan kerja (kunker) ke berbagai daerah.Prabowo meminta agar anak-anak tersebut fokus belajar di ruang kelas, alih-alih menyambutnya.Hal ini disampaikan Prabowo dalam peresmian jembatan, flyover, dan underpass di Jembatan Kabanaran, Bantul, Yogyakarta, Rabu .Baca juga: Prabowo Minta Siswa Tak Perlu Sambut Presiden saat Kunker: Kasihan, Panas Terik Matahari"Saya titip, tadi saya mendarat dan perjalanan ke sini. Terima kasih saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan, tapi saya kasihan juga mereka berdiri lama di panas," kata Prabowo, Rabu, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.Ia pun meminta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk membuat surat edaran kepada bupati, wali kota, hingga gubernur terkait hal ini.Prabowo mengatakan, anak-anak sekolah dapat melihat dirinya melalui saluran televisi.Kalaupun ia ingin memeriksa dan menemui anak sekolah, ia bisa menemuinya secara langsung di sekolah dan ruang-ruang kelas.Baca juga: RS Jantung Tercanggih di Jateng Diresmikan, Prabowo Harap Warga Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri"Saya minta Sekretaris Kabinet nanti tolong dibuat surat ke semua Bupati, Wali Kota, kalau seandainya saya kunjungan kerja, mohon anak-anak sekolah tidak perlu menyambut saya di pinggir jalan. Biarlah mereka di sekolah masing-masing," ucap Prabowo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 15:55