- Empat warga Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diduga ditembak anggota Korps Brigade Mobile (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah.Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Senin sore di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT KKP 3 Wilmar Group.Kasus ini pertama kali mencuat melalui unggahan media sosial Facebook Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, Gahara Ramadhan, yang menyebutkan dugaan penembakan oleh oknum aparat penegak hukum terhadap empat warga setempat sekitar pukul 16.00 WIB.Gahara membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa DAD Kotim telah membentuk Tim Pandawa Lima untuk melakukan investigasi lapangan mandiri.“Kami sudah berkoordinasi dengan Damang Kecamatan Talawang, lokasi yang menjadi tempat kejadian itu, untuk bekerja sama dengan DAD dalam waktu dekat ini melakukan investigasi ke lapangan demi mengetahui secara persis kronologi yang terjadi,” ujar Gahara saat dihubungi Kompas.com dari Palangka Raya, Selasa .Baca juga: Polisi Tembak Kaki Maling Modus Pecah Kaca Mobil di IndramayuIa menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, keempat warga tersebut diduga melakukan pencurian di lokasi Hak Guna Usaha (HGU) PT Mas, yang merupakan bagian dari KKP 3 milik PT Wilmar.“Tetapi informasi yang kami terima keempat warga itu diduga melakukan pencurian di lokasi KKP 3 milik PT Wilmar,” katanya.Menurut keterangan saksi yang dihimpun Gahara, kejadian bermula saat keempat warga tersebut diduga mengambil sawit.Mereka kemudian dikejar aparat, diduga oknum Brimob, dan dilakukan penembakan setelah dicegat.“Dari arah lokasi itu langsung dikejar oleh aparat, informasinya dugaannya oleh oknum Brimob, karena diduga melakukan pencurian, dia dicegat dan dilakukan penembakan,” kata Gahara.Informasi ini masih akan dipastikan melalui investigasi Tim Pandawa Lima. Gahara menginstruksikan agar sidang adat dilaksanakan jika hasil investigasi rampung.“Kami anggap persoalan ini cukup berat dan menyita perhatian kita semua, kami anggap kasus ini sangat besar, sehingga melibatkan forum damang untuk membentuk tim Mantir Basarah Hai (tim dewan persidangan adat), ini persoalan serius,” tegas Gahara.Baca juga: Pembunuh Satu Keluarga Terkubur di Indramayu Melawan Saat Diciduk, Polisi Tembak Kaki PelakuKepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalteng Komisaris Besar Polisi Erlan Munaji menyatakan pihaknya masih belum dapat membenarkan informasi yang beredar.“Kami kemarin dapat informasi ada korban yang luka di Rumah Sakit yang ada di Kotim, setelah dikonfirmasi, petugas (polisi) yang melakukan pengamanan gabungan menyebut ada beberapa masyarakat yang telah melakukan pencurian TBS,” beber Erlan kepada wartawan saat diwawancarai di Markas Polda Kalteng, Palangka Raya, Selasa .Erlan menjelaskan, petugas kepolisian yang bertugas menjaga lokasi sawit mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 15.30 WIB untuk menghentikan aksi pencurian secara persuasif.
(prf/ega)
Polisi Diduga Tembak 4 Warga Kotim, Pelaku Terancam Disidang Adat
2026-01-12 06:19:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:54
| 2026-01-12 05:51
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:09










































