Liana Bratasida, Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, Tutup Usia

2026-01-12 07:18:56
Liana Bratasida, Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, Tutup Usia
JAKARTA, - Kabar duka datang dari industri manufaktur nasional. Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida meninggal dunia di Jakarta, Senin .Liana Bratasida wafat pada usia 74 tahun. Sosok kelahiran 1951 itu dikenal luas sebagai figur kunci dalam perjalanan industri pulp dan kertas Indonesia.Selama memimpin APKI, Liana mendorong perubahan arah organisasi. APKI tidak lagi bersikap reaktif, tetapi aktif membaca tantangan dan menyiapkan agenda masa depan industri.Ketua Dewan Pengawas APKI Ngakan Timur Antara mengenang Liana sebagai pemimpin berkarakter kuat dan berprinsip.“Ibu Liana adalah pemimpin yang lugas dan berintegritas. Ketegasan beliau selalu disertai kejelasan arah dan keberpihakan pada kemajuan industri nasional. Jejak kepemimpinannya meninggalkan standar tinggi bagi kami semua di APKI,” ujar Ngakan dalam keterangan pers, Selasa .Baca juga: Investasi Hijau Jadi Tantangan, Transformasi Industri Pulp dan Kertas Masih TertahanPeran Liana tidak berhenti pada isu domestik. Ia aktif berada di garis depan menghadapi hambatan dagang dan isu lingkungan global yang menekan industri pulp dan kertas.Wakil Ketua Umum APKI Suhendra Wiriadinata menyoroti kekuatan diplomasi internasional almarhumah.“Beliau memiliki kemampuan networking internasional yang sangat kuat. Diplomasi industri dijalankan dengan konsisten, sehingga suara industri pulp dan kertas Indonesia didengar dan dihormati di tingkat global,” kata Suhendra.Di bawah kepemimpinannya, kinerja industri tetap terjaga. Pada 2025, sektor pulp dan kertas berkontribusi 3,68 persen terhadap produk domestik bruto industri pengolahan nonmigas.Industri ini menopang lebih dari 288.000 tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung. Indonesia juga mengukuhkan posisi sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar dunia dengan kapasitas yang terus bertumbuh.Dedikasi Liana bertahan hingga hari-hari terakhir. Pada Rapat Kerja APKI, 16 Desember 2025, ia masih menyampaikan arahan strategis kepada jajaran pengurus.“Keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi kewajiban kepatuhan dan ekspektasi mutlak rantai pasok global. Transformasi menuju industri hijau harus menjadi prioritas bersama agar industri pulp dan kertas Indonesia tetap relevan, bermartabat, dan berdaya saing di masa depan,” ujar Liana.Baca juga: Profil Yusuf Saadudin, Direktur Utama Bank BJB yang Tutup Usia di BandungDi internal organisasi, Liana dikenal tegas sekaligus membina. Wakil Ketua Umum APKI Rita Alim mengenang perhatian almarhumah pada profesionalisme berbasis data.“Ibu Liana bukan hanya seorang pemimpin yang tangguh, tetapi juga mentor yang sangat detail dan peduli. Beliau selalu menekankan pentingnya data dan fakta dalam setiap langkah advokasi yang kami lakukan. Kegigihan beliau dalam memperjuangkan kepentingan industri tanpa melupakan aspek lingkungan adalah teladan yang akan terus kami pegang,” kata Rita.Kepergian Liana Bratasida meninggalkan duka mendalam bagi APKI dan industri pulp dan kertas nasional. Warisan kepemimpinan, disiplin kebijakan, serta komitmen keberlanjutan yang ia bangun menjadi fondasi penting bagi perjalanan industri ke depan.


(prf/ega)