Prabowo Minta Anak Sekolah Tak Sambut Kunjungannya, KemenPPPA: Kami Sejalan dengan Presiden

2026-01-14 13:09:17
Prabowo Minta Anak Sekolah Tak Sambut Kunjungannya, KemenPPPA: Kami Sejalan dengan Presiden
JAKARTA, - Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Ratna Susianawati menanggapi terkait arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta anak-anak sekolah tak lagi ke pinggir jalan untuk menyambut kunjungannya."Pastinya kami sejalan dengan apa yang meniadi arahan Bapak Presiden," kata Ratna saat ditemui usai agenda Hari Anak Sedunia, di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Kamis .Ratna mengatakan, anak-anak sudah semestinya hanya fokus untuk belajar dan tidak perlu terlibat acara seremoni-seremoni."Karena memang fokus anak, apalagi dalam proses belajar-mengajar pastinya belajar. Jadi, apa ya, partisipasi anak bisa dilakukan di ruang-ruang yang positif lainnya, jadi tidak harus terlibat dalam seremoni-seremoni," ucapnya.Baca juga: Prabowo Minta Anak Sekolah Tak Perlu Menyambut Saat Kunker: Kasihan, Biar Mereka SekolahRatna berharap, arahan dari Prabowo menjadi imbauan bagi para orang tua maupun pihak sekolah agar anak-anak tidak terlalu dilibatkan dalam agenda di luar proses belajar mengajar."Dan juga positif pastinya, apa yang menjadi arahan Bapak Presiden ini memaksimalkan supaya anak fokus dalam proses belajar-mengajar.Sebelumnya, Prabowo meminta pemerintah daerah (Pemda) tidak perlu mengerahkan anak-anak sekolah ke pinggir jalan untuk menyambutnya saat kunjungan kerja (kunker) ke berbagai daerah.Kepala Negara meminta biarlah anak-anak itu fokus belajar di ruang kelas, alih-alih menyambutnya."Saya titip, tadi saya mendarat dan perjalanan ke sini. Terima kasih saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan, tapi saya kasihan juga mereka berdiri lama di panas," kata Prabowo, dalam peresmian jembatan, flyover, dan underpass, di Jembatan Kabanaran, Bantul, Yogyakarta, Rabu , dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.Baca juga: Prabowo Minta Tak Lagi Disambut Anak Sekolah Saat Kunjungan Kerja: Kasihan Mereka...Ia pun meminta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk mengedarkan surat edaran kepada bupati, wali kota, hingga gubernur terkait hal ini.Prabowo mengatakan, anak-anak sekolah dapat melihat dirinya melalui saluran televisi."Saya minta Sekretaris Kabinet nanti tolong dibuat surat ke semua Bupati, Wali Kota, kalau seandainya saya kunjungan kerja, mohon anak-anak sekolah tidak perlu nyambut saya di pinggir jalan. Biarlah mereka di sekolah masing-masing," ucap Prabowo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-14 11:14