- Tragedi banjir dan longsor melanda Distrik Dal dan Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIT.Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah aliran Sungai Yuguru hingga menyebabkan 23 warga hilang terbawa arus.Peristiwa tersebut disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena baru pertama kali terjadi di Kabupaten Nduga.Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, hujan deras mengguyur Distrik Dal sejak sore hari.Saat itu, sejumlah warga baru saja mengikuti pertandingan bola voli antar distrik. Dalam perjalanan pulang, mereka melintasi jembatan di Sungai Panpan (Kali Panpan).Namun, derasnya arus sungai membuat jembatan roboh, sehingga 15 orang di Distrik Dal terseret arus dan hilang.Baca juga: 23 Orang Hilang akibat Banjir dan Longsor di Nduga, Bupati Tetapkan Status KLBDari jumlah itu, 11 korban merupakan pelajar, sedangkan sisanya terdiri dari seorang petani, ibu rumah tangga dan seorang anak berusia enam tahun yang hilang bersama ayahnya, Libi Pokneangge (25), anggota TNI.“Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu longsor dan banjir besar, sehingga menelan korban jiwa. Ada 15 orang warga dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nduga, Yoas Beon, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu .Tidak hanya di Distrik Dal, bencana juga menerjang Distrik Mebrok.Sebanyak 8 warga di distrik tersebut dilaporkan hilang setelah tertimbun material longsor dan terseret arus Sungai Yuguru. Dengan demikian, total korban hilang mencapai 23 orang.“Kejadian ini adalah kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Nduga. Dalam kehidupan orang Nduga, belum pernah ada peristiwa seperti ini. Ini merupakan kejadian yang baru pertama kali terjadi,” ungkap Yoas Beon dalam keterangan video Humas Pemda Nduga yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Plt Bupati Nduga ke Lokasi Banjir dan Longsor, Serahkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Keluarga KorbanSelain menelan korban jiwa, banjir dan longsor di Nduga juga menyebabkan puluhan rumah dan fasilitas umum rusak berat.Akses jalan ke lokasi terdampak terputus, baik jalur darat maupun jaringan komunikasi.BPBD Kabupaten Nduga melaporkan bahwa Kampung Dal dan Kampung Silan di Distrik Dal merupakan daerah paling terdampak.Warga kini kesulitan mendapatkan bahan makanan, tenda, dan selimut, sementara akses bantuan sangat terbatas akibat cuaca buruk dan medan pegunungan yang berat.
(prf/ega)
Tragedi Banjir dan Longsor di Nduga, 23 Warga Hilang, Jembatan Roboh hingga Evakuasi Terkendala Cuaca
2026-01-12 06:26:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:42
| 2026-01-12 05:42
| 2026-01-12 05:08
| 2026-01-12 04:15










































