Dedi Mulyadi Ingin PTDI dan Pindad Pindah ke Kertajati, Ini Alasannya

2026-02-01 22:21:50
Dedi Mulyadi Ingin PTDI dan Pindad Pindah ke Kertajati, Ini Alasannya
BANDUNG, – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati layak dikembangkan sebagai pusat industri pertahanan nasional.Dedi menilai bandara terbesar kedua di Indonesia itu memiliki keunggulan geografis dan lingkungan yang relatif aman dari potensi bencana sehingga menarik untuk investasi skala besar."Karena kalau di dalamnya sudah ada pusat industri pertahanan dalam negeri, maka kawasan industri akan tumbuh karena biasanya para pengusaha itu sangat merasa nyaman," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa .Ia berharap perusahaan strategis nasional dapat mempertimbangkan relokasi ke Kertajati.Baca juga: Dedi Mulyadi Makin Optimis dengan Masa Depan Bandara Kertajati, Langsung Paparkan Gagasan Besarnya"Kita berharap bahwa Kertajati juga menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri, kemudian kawasan ekonomi khusus. Karena Rebana sudah mulai tumbuh, misalnya PTDI, tidak usah lagi di Bandung, pindah saja di sini. Kemudian Pindad, pindah saja di sini," tuturnya.Selain industri pertahanan, Kertajati juga dinilai memiliki potensi sebagai pusat penerbangan haji dan umrah."Kertajati untuk menjadi pusat bandara haji dan umrah. Kalau itu sudah menjadi kesepakatan dan ketersediaan pesawat, maka pemerintah provinsi bersedia membangun asrama hajinya di sekitar Kertajati," kata Dedi.Dedi juga menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur dan konektivitas untuk memperkuat daya saing kawasan, termasuk jalur kereta api dan akses menuju Cirebon."Tinggal tambahan satu lagi yaitu konektivitas jalur kereta api dan jarak ke Cirebon relatif dekat," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-01 22:07