Moratelindo (MORA) dan My Republic Segera Merger, Simak Rencananya

2026-01-11 23:15:33
Moratelindo (MORA) dan My Republic Segera Merger, Simak Rencananya
JAKARTA, - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo dan PT Eka Mas Republik atau MyRepublic Indonesia mengumumkan penggabugan perusahaan atau merger. Moratelindo akan menjadi entitas yang bertahan dan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. Wakil Direktur Utama Mora Telematika Indonesia Genta Andhika Putra mengatakan, Moratel kuat di jaringan infrasatruktur backbone dan access. Sementara itu, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yakni MyRepublic Indonesia memiliki jaringan fiber to the home (FTTH) yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. "Dengan penggabungan ini, akan menciptakan entitas telekomunikasi yang memperkuat ekosistem digital nasional," kata dia dalam konferens pers, Kamis . Baca juga: Respons Maxim soal Kabar Merger GoTo-Grab Melalui merger ini, ia menyebut, PT Ekamas Mora Republik Tbk akan menjadi entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi, dengan kapasitas yang tidak dapat dicapai oleh kedua perusahaan secara mandiri. Dilansir dari prospektus merger pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditetapkan bahwa satu lembar saham MyRepublic setara dengan 7.703,80 saham MORA. Adapun, jumlah saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang menerima penggabungan kepada pemegang saham MyRepublic adalah sebesar 24.127.524.041 saham. Jumlah tersebut mewakili 50,50 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penggabungan.Baca juga: Surge dan MyRepublic Menang Lelang Frekuensi 1,4 GHz untuk Internet Murah 100 Mbps Saham tersebut dialokasikan kepada pemegang saham MyRepublic berdasarkan rasio konversi atas jumlah saham MyRepublic yang beredar sebelum penggabungan. Oleh karena itu, dilusi untuk pemegang saham MORA yang ada akibat penggabungan usaha ini akan sebesar 50,50 persen. Kemudian, berdasarkan laporan keuangan hingga September 2025 (annualized), merger ini memiliki potensi penggabungan pendapatan entitas baru hingga Rp 6,7 triliun. Adapun, entitas merger tersebut juga akan memiliki sekitar kurang lebih 9,7 juta homepass, dengan 1,8 juta pelanggan ritel dan 17.000 pelanggan enterprise. Baca juga: Smartfren Beli Saham Moratelindo Rp 360 Miliar untuk Gelar 5G


(prf/ega)