Eks Menhan Purnomo Yusgiantoro Dukung Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional

2026-01-17 01:53:07
Eks Menhan Purnomo Yusgiantoro Dukung Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional
JAKARTA, - Pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) sekaligus mantan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menilai pembentukan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah yang tepat dalam memperkuat sistem keamanan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang cepat berubah.Hal itu disampaikan Purnomo usai diskusi PYC Talks bertema “Keamanan Nasional Indonesia dalam Dinamika Tantangan Global” di Jakarta, Senin .“Jadi apa yang dilakukan oleh pemerintahan Pak Prabowo ini sudah betul. Sudah betul bahwa ada Dewan Pertahanan Nasional, di situ tidak hanya pertahanan itu untuk menghadapi threat, external threat. Tetapi juga kalau memang di dalam negeri pun sesuatu yang harus dilakukan," ujar Purnomo ditemui di Jakarta, Senin.Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Pembentukan Dewan Pertahanan NasionalIa menjelaskan, konsep DPN yang kini dijalankan memiliki kesamaan dengan pembentukan Homeland Security di Amerika Serikat (AS) usai serangan 11 September 2001 .Saat itu, kata Purnomo, AS menyadari bahwa kekuatan militernya yang besar sekalipun masih rentan terhadap ancaman domestik.“Sebelum 9/11 itu forces-nya Amerika selalu didedikasikan untuk kepentingan keluar, deploy. Tapi setelah kena 9/11 semua terperangah, ternyata Amerika begitu kuatnya juga bisa jebol. Makanya kemudian muncul homeland security," kata Purnomo.Menurut dia, DPN dibentuk bukan hanya untuk menghadapi ancaman militer dari luar, tetapi juga untuk menjaga keutuhan NKRI dan keselamatan bangsa dari potensi gangguan di dalam negeri, baik yang bersifat fisik, sosial, maupun siber.Baca juga: Isu Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional: Demi Kepentingan Keamanan atau Politisasi?Lebih jauh, Purnomo menilai koordinasi antara lembaga-lembaga utama pertahanan dan keamanan saat ini sudah berjalan baik.Ia juga menggarisbawahi bahwa strategi Indonesia tetap menganut prinsip defensif aktif, bersifat bertahan, tetapi siap bertindak jika kedaulatan dan keselamatan bangsa terancam.“Kita tidak selalu ingin ofensif enggak, kita defensif. Tetapi kalau itu terkait dengan satu, ya kedaulatan. Kedua dengan NKRI, ketiga dengan keselamatan bangsa, kita harus turun tangan," jelas Purnomo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-01-17 00:06