SEMARANG, - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa dampak banjir di Aceh lebih luas dibandingkan dengan Sumatra Utara dan Sumatra Barat.Hal ini disebabkan hampir seluruh wilayah Aceh terdampak akibat hujan yang meliputi area yang sangat besar.“Kalau di Sumatera Barat tadi sekitar 16 sampai 18 daerah aliran Sungai (DAS) dengan luas 500.000 hektare. Di Sumatera Utara sekitar 5 DAS dengan luas hampir 400.000 hektare. Tetapi di Aceh ini hampir 4,9 juta hektare daerah di Provinsi Aceh ini terdampak banjir,” ujar Hanif dalam sambutannya di UI GreenMetric Indonesia Awarding 2025 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Selasa .Baca juga: Hingga Hari Ini Listrik Masih Padam, Korban Banjir Aceh Minta Prabowo Copot Pejabat PLNHanif menjelaskan bahwa meskipun intensitas hujan rata-rata hanya 78 mm per hari, cakupan wilayah yang terdampak sangat luas.“Curah hujannya tidak panjang, tetapi meliputi areal hampir 5 juta hektare,” katanya.Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu empat hari di akhir November lalu, volume air yang turun di Aceh diperkirakan mencapai 15 miliar meter kubik.“Jadi kita bisa hitung air yang turun pada hari itu tidak kurang dari 15 miliar kubik untuk 4 hari saja. Maka bayangkanlah apa yang terjadi dengan Aceh ini,” ucapnya.KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan sambutan pada kegiatan UI GreenMetric Indonesia 2025 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Selasa .Hanif juga menyebutkan bahwa data citra satelit menunjukkan adanya perubahan hutan menjadi non-hutan di Aceh yang mencapai hampir 150.000 hektare sejak tahun 2009 hingga 2024, terutama setelah penandatanganan perdamaian Helsinki.“Setelah masa damai Helsinki ditandatangani, setelah itulah berdasarkan citra satelit terjadi perubahan tutupan hutan yang cukup masif. Jadi total 2009 sampai 2024 tercatat di citra satelit berdasarkan analisis kita mencapai 149.000 atau 150.000 hektare, kondisi ini yang kemudian harus kita cermati bersama,” lanjutnya.Dalam kesempatan tersebut, Hanif menegaskan bahwa bencana besar yang terjadi di ketiga provinsi tersebut dipicu oleh kombinasi tiga faktor utama.Baca juga: Deretan Bantuan Luar Negeri yang Diterima Gubernur Aceh Pascabanjir “Tiga faktor penting tadi mulai dari antropogenik kita yang tidak bersahabat dengan alam, kemudian geomorfologi kita, dan yang terakhir hidrometeorologi dari perubahan iklim,” katanya.Dia juga menyoroti bahwa bahaya ekstrem tersebut diperparah oleh infrastruktur yang tidak ramah lingkungan serta minimnya kesiapsiagaan masyarakat.“Karena infrastruktur kita tidak bersahabat dengan alam, dan kita belum siap menghadapi bencana semacam ini,” ujarnya.
(prf/ega)
Hampir 5 Juta Hektare Aceh Terdampak Bencana, Menteri LH: Air Turun Capai 15 Miliar Kubik
2026-01-13 06:55:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 07:09
| 2026-01-13 06:38
| 2026-01-13 05:58
| 2026-01-13 05:47
| 2026-01-13 04:44










































